Breaking News:

Berita Palembang

Gubernur Sumsel Ingatkan Penyelenggaraan Salat Id dan Pembagian Kurban Terkait Protokol Kesehatan

Gubernur Sumsel Herman Deru mewajibkan keterisian masjid yang melaksanakan salat id hanya 50 persen dari kapasitas masjid.

SRIPOKU.COM/Jati Purwanti
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau kesiapan Salat Idul Adha di Masjid Raya Taqwa Palembang, Kamis (30/7/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumsel Herman Deru mewajibkan keterisian masjid yang melaksanakan salat id hanya 50 persen dari kapasitas masjid.

Hal tersebut sebagai upaya jaga jarak (physical distancing) dalam pelaksanaan ibadah di dalam masjid.

"Besok (Jumat) akan dilaksanakan salat Idul adha di seluruh masjid. Tapi, saya meminta dan mewajibkan agar semua tempat ibadah ini menerapkan protokol kesehatan. Jemaah harus pakai masker," katanya saat mengecek kesiapan pelaksananaan salat id di Masjid Raya Taqwa Palembang, Kamis (30/7/2020).

Selain batasan jumlah jemaah, masjid pun harus berikan penanda jarak bagi jemaah yang melaksanakan salat id.

"Saya minta agar jarak tiap jemaah yang salat diatur, diberi tanda. Jika membludak, pengurus harus mengatur strategi. Apakah salat di luar area masjid atau dialihkan ke masjid lain," jelasnya.

Asal Usul Nama Kota Prabumulih, Ternyata bukan Mengandung Makan Raja Pulang atau Bukit Yang Tinggi

Tujuh Pembobol Rumah Warga di Palembang Diamankan Dalam Sepekan, Ada yang Merugi Miliran Rupiah

Wanita Ini Kecanduan Seks Sejak Usia 12 Tahun, Sembuh Setelah Bertemu Pria Indonesia, Ini Kisahnya!

Dia pun tidak membatasi jemaah salat id yang datang, baik jemaah berusia tua ataupun anak-anak. Namun, dia meminta agar semua jemaah dapat menerapkan protokol kesehatan.

"Sebentar lagi kan aturan mengenai kewajiban protokol kesehatan keluar, jadi semua masyarakat Sumsel harus patuhi aturan," kata dia.

Mengenai penyembelihan hewan kurban, Deru memohon agar panitia hewan kurban menerapkan aturan yang dikeluarkan Kemenag RI. Adapun aturan tersebut yakni pemotong hewan kurban harus menggunakan sarung tangan dan lainnya.

"Dalam pembagian daging kurban juga, saya minta diatur. Jangan sampai berkerumun. Penerima daging kurban diatur seperti dibariskan dengan jarak, ataupun dengan strategi lain seperti dibagikan ke rumah-rumah penerima." ujarnya.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved