Siswa yang Tinggal di Desa Pelosok Sumsel Terpaksa Menginap di Perbukitan, Susahnya Belajar Daring

warga harus mencari jaringan seluler kewilayah Desa lainnya hingga jalan alternatif ketempat lokasi dataran yang lebih tinggi atau wilayah perbukitan.

Tayang:
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/ALAN Nopriansyah
Desa pelosok yang berada di Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan, Senin (27/7/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Belum meratanya jaringan seluler juga dirasakan oleh warga yang berada di pelosok tepatnya di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan Sumsel.

Bahkan, untuk berkomunikasi pada sanak keluarga menggunakan handphone warga harus mencari jaringan seluler kewilayah Desa lainnya hingga jalan alternatif ketempat lokasi dataran yang lebih tinggi atau wilayah perbukitan.

"Kalau mau memberi kabar sanak keluarga harus nyari spot yang terdapat sinyal, biasanya didataran tinggi perbukitan,"ujar warga setempat Melsi, Senin (27/7/2020).

Tidak hanya pembelajaran sistem daring yang diterapkan pemerintah di masa pandemi corona virus disease (Covid-19) peserta didik terpaksa menginap di Desa tetangga yang berjarak belasan kilometer agar dapat mengakses jaringan internet.

Ratusan Pedagang Pasar Plaju Palembang Dapat Bantuan APD dari Feby Deru dan Fauziah Mawardi Yahya

Kisah Anak Seorang Nelayan yang Tak Punya Handphone, Datang ke Sekolah, Belajar Sendirian di Kelas

BERITA FOTO : Ratusan Petani Deli Serdang Lintasi Jembatan Ampera Palembang, Jalan Kaki ke Jakarta

"Kalau musim belajar daring siswa banyak numpang ke keluarga di desa lain yang ada sinyal bahkan sampai menginap,"tambah Melsi.

Warga yang berada di pedesaan pelosok yang berjarak 75 kilometer dari pusat Kota Kabupaten OKU Selatan mendambakan tersedianya jaringan internet untuk memudahkan komunikasi dan mengakses informasi bagi warga setempat.

Bahkan diungkapkan Pemerintah Desa melalui Sekdes Tanjung Harapan Rekson Hadi pihaknya telah kerap kali melaporkan kendala jaringan di Desanya, namun hingga saat ini belum terwujud.

"Kita sudah berulang kali melaporkan kendala kesulitan akses jaringan telekomunikasi di Desa ini namun belum terwujud, padahal jaringan seluler saat ini sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini," ungkap Rekson Hadi.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved