Divonis Dokter Derita Penyakit Tiroid, Ternyata Jessica Iskandar Juga Idap Penyakit Lain, Autoimun!

Rupanya Jedar baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia divonis mengidap penyakit lain, yakni Graves' disease autoimmune hyperthyroidism.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata

SRIPOKU.COM - Bak jatuh ditimpa tangga, pasca kandasnya hubungan dengan Richard Kyle, kini Jessica Iskandar mengaku mengidap 2 penyakit berbahaya yang diidapnya.

Rupanya Jedar baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia divonis mengidap penyakit lain, yakni Graves' disease autoimmune hyperthyroidism.

Akan tetapi, Jedar justru terlihat santai saat mengetahui mengidap penyakit autoimun tersebut.

"Kemarin dikasih tahu sama dokter bahwa sudah dipastikan sakit yang aku alami saat ini," ungkap Jedar dalam vlognya.

"Itu namanya Graves' disease. Bahasa Inggris, kan. Keren, kan? Graves' disease autoimmune hyperthyroidism."

RESEP Pempek Pistel atau Pempek Pepaya Muda Khas Palembang, Dijamin Lezat & Cocok Jadi Teman Ngemil

Meski begitu, Jedar tak kehilangan harapan karena penyakit autoimun yang ia derita masih bisa disembuhkan. Ibunda El Barack Alexander ini harus rutin mengonsumsi obat selama 6 bulan ke depan.

Jika hasilnya belum maksimal, Jedar kemungkinan akan menjalani operasi.

"Tapi, ya, dokter bilang bahwa ini bisa disembuhkan. Pokoknya, mudah-mudahan aku dengan obat aja bisa sembuh. Amin. Bantu doanya, ya, teman-teman," ucap Jedar.

"Aku berusaha supaya bisa sehat lagi, bisa normal lagi, bahagia lagi, enggak perlu minum obat lagi, bisa hidup normal lagi."

Lebih lanjut, Jedar juga memilih untuk tak mengeluh tentang penyakitnya dan tetap berpikiran positif. Sahabat Nia Ramadhani tersebut pun meminta doa kepada masyarakat agar bisa segera sembuh.

"Pokoknya, aku berusaha dan berdoa dan berharap dan semoga bisa sembuh, bisa sehat lagi, gitu. It's okay to be not okay," tutur Jedar.

"Yang penting, kita tetap harus positive thinking supaya kita bisa menjalani apa pun keadaannya. Jadi, teman-teman juga bantu doanya supaya aku lebih cepat sembuhnya. Amin."

Sebelumnya ibunda El Barack tersebut dikabarkan mengidap takikardia atau jantung berdetak di atas normal.

Namun rupanya tak hanya itu, Jessica juga mengidap hipertiroid.

"Kemarin dikasih tahu sama dokter udah dipastikan sakit yang aku alami saat ini namanya grave's desease autoimun hyper tiroid," ungkap Jessica dikutip dari YouTube Jessica Iskandar, Minggu (26/07/2020).

AL Rusia Dipersenjatai Nuklir Hipersonik dan Drone Bawah Laut Hadapi Intervensi

Wanita 32 tahun tersebut mengatakan penyakit tersebut tidak memiliki nama Indonesia.

"Gondok itu nama lain dari tiroid itu kan.

Cuman ini nggak ada nama Indonesianya, grave's desease autoimun hipertiroid"

Jessica mengatakan hasil tersebut tidak seperti yang diharapkannya.

Dirinya harus menjaga pikiran, hati dan pola makan.

"Hasilnya sakit ya, emang tidak seperti yang aku harapkan.

Dokter bilang bahwa ini bisa disembuhkan 20%, harus jaga-jaga hati, pikiran, makanan," jelasnya.

Dokter lantas memberikan obat penurun hormon tiroid untuknya.

"Hipertiroid itu kan penyakitnya kebanyakan hormon.

Ini obat yang dikasih sama dokter membuat hormon nggak sebanyak itu."

 Hubungan Baru Seumur Jagung, Billy Syahputra Sudah Berani Ambil Uang Amanda Manopo, Utangnya Numpuk

 KAYA RAYA, 6 Artis Ini Bikin Lapangan Kerja untuk Orang Lain, Rela Gaji Karyawan Puluhan Juta/Bulan

Jessica Iskandar
Jessica Iskandar (Instagram/inijedar)

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Jedar itu juga harus mengonsumsi obat takikardia yang dia idap.

"Sama obat jantung, kemarin kan jantung aku berdebar namanya takikardia.

Jadi ada obatnya juga supaya jantung aku santuy gitu," katanya.

Jessica harus meminum lima butir obat di pagi hari dan dua obat di malam hari untuk obat takikardia.

Kini dirinya harus melakukan perawatan dengan obat jalan selama enam bulan.

Setelah itu dokter akan kembali mengambil tindakan melihat dari perkembangan tiroidnya.

"Dokter akan melihat selama 6 bulan gimana.

 Bukan Kekuasaan, Al Ghazali Blak-blakan Bongkar kelemahan Ahmad Dhani, Suami Mulan Jameela Nakal!

 Pilu Hati El Barack Lihat Jessica Iskandar Ditinggal Richard Kyle, Sedih Kini Tak Lagi Panggil Daddy

Pas 6 bulan nanti dokter akan membuat keputusan oh ini dengan obat aja akan menurun hormon tiroidnya atau ini dengan obat belum bisa turun.

Butuh kelanjutan, kayak operasi amit-amit.

Setelah 6 bulan dokter akan memutuskan jalur mana apakah meneruskan obat atau operasi.

Operasi ada jalur dua, ada yang diangkat ada yang dikasih radioaktif," jelasnya.

Jessica membeberkan akibat dari penyakit yang dia idap.

Jessica Iskandar dan El Barack
Jessica Iskandar dan El Barack (Kolase TribunStyle (Instagram @inijedar))

"Kalau udah ganggu sistem tubuh itu banyak banget.

Misalnya mata aku bisa jadi clong karena otot mata bisa bengkak.

Jantung aku aja sekarang udah berdebar, dari perut aku bisa mual.

Alat reproduksi aku bisa nggak datang bulan, terus otot aku bisa lemah tak berdaya gitu," bebernya.

Sementara jika operasi tiroid, Jessica harus minum obat seumur hidup.

 Akui Sering Dibully,Baim Wong sampai Konsultasi ke Pengacara, Air Mata Pecah di Depan Hotma Sitompul

 Ini Cara Aktifkan Dark Mode di Media Sosial Bagi Pengguna iOS & Android, Tidak Rumit Bisa Hemat Daya

"Habis dioperasi artinya tiroidnya udah nggak ada diangkat atau dihancurkan berarti udah nggak ada tiroid di tubuh kita.

Dengan nggak ada tiroid itu aku harus minum obat seumur hidup.

Manusia butuh tiroid, tiroid itu hormon yang membuat saluran pencernaan lancar, kalau enggak nanti aku nggak bisa mencerna makanan.

Kalau seumur hidup nggak ada obat tiroid harus minum obat tiroid terus."

Adik Erick Iskandar tersebut meminta doa agar dirinya lekas sembuh.

"Mudah-mudahan aku dengan obat aja bisa sembuh, bantu doanya ya teman-teman," ujar Jessica Iskandar.

Lalu apa itu Autoimun?

Apa gejala dan penyebab penyakit Autoimun?

 Sebelum Idap Autoimun, Ashanty Sempat Derita Penyakit yang Merenggut Nyawa Olga & Minta Cerai

 Divonis Penyakit hingga Minta Cerai Anang Hermansyah, Fakta Kondisi Ashanty Diungkap KD Dia Ngeluh

 Terkena Penyakit yang Serius, Ashanty Curhat dan Meminta Anang Hermansyah Sudah Tinggalkan Aku

Berikut TribunStyle.com berikan penjelasan mengenai penyakit Autoimun menurut alodokter.com, Rabu (9/10/2019).

Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh sendiri.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri dan virus.

Namun, pada seseorang yang menderita penyakit Autoimun, sistem kekebalan tubuhnya meilhat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing.

Sehingga sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Penyebab penyakit Autoimun

Belum diketahui apa penyebab penyakit autimun.

Namun beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit Autoimun:

1. Etnis: beberapa penyakit Autoimun umumnya menyerang etnis tertentu.

Misalnya, diabetes tipe 1 umumnya menimpa orang Eropa, sedangkan lupus rentan terjadi pada orang Afrika-Amerika dan Amerika Latin.

2. Gender: Wanita lebih mudah terserang penyakit ini dibandingkan laki-laki.

Biasanya penyakit ini di mulai pada masa kehamilan.

3. Lingkungan: Paparan dari lingkungan, seperti cahaya matahari, bahan kimia, serta infeksi virus dan bakteri, bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit Autoimun.

4. Riwayat kaluarga: Umumnya penyakit Autoimun juga menyerang anggota keluarga yang lain.

Meski tidak selalu terserang penyakit aotuimun yang sama, mereka rentan terkena penyakit aotuimun yang lain.

Gejala penyakit Autoimun

Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit Autoimun.

Beberapa diantaranya memiliki gejala yang sama.

Pada umumnya, gejala-gejala awal penyakit Autoimun adalah:

Kelelahan
Pegel otot
Ruam kulit
Demam ringan
Rambut rontok
Sulit berkonsentrasi
Kesemutan di tangan dan kaki

Masing-masing penyakit Autoimun memiliki gejala yang spesifik, misalnya sering merasa haus, lemas, dan penurunan berat badan pada penderita diabetes tipe 1.

Beberapa contoh dari penyakit Autoimun beserta gejalanya, adalah:

Lupus; dapat memengaruhi hampir semua sistem organ dan menimbulkan gejala seperti demam, nyeri sendi, ruam kulit, kulit sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan.

Penyakit Graves; dapat mengakibatkan kehilangan berat badan, mata menonjol, gelisah, rambut rontok, jantung berdebar.

Psoriasis; kulit bersisik.

Multiple sclerosis; nyeri, lelah, otot tegang, gangguan penglihatan, dan kurangnya koordinasi tubuh merupakan gejala dari multiple sclerosis.

Myasthenia gravis; kelelahan yang semakin parah seiring aktivitas yang dilakukan.

Tiroiditis Hashimoto; kelelahan, depresi, sembelit, peningkatan berat badan, kulit kering, dan sensitif pada udara dingin.

Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease; nyeri perut, diare, BAB berdarah, demam, dan penurunan berat badan.

Rheumatoid arthritis; menimbulkan gejala nyeri sendi, radang sendi, dan pembengkakan.

Sindrom Guillain-Barre; kelelahan sampai kelumpuhan.

Gejala penyakit Autoimun dapat mengalami flare, yaitu timbulnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat.

Flare timbul karena dipicu oleh suatu hal, misalnya paparan sinar matahari atau stres.

Pengobatan Penyakit Autoimun

Kebanyakan dari penyakit Autoimun belum dapat disembuhkan, namun gejala yang timbul dapat ditekan dan dijaga agar tidak timbul flare.

Pengobatan untuk menangani penyakit Autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya.

Untuk mengatasi nyeri, penderita bisa mengkonsumsi aspirin atau ibuprofen.

Pasien juga bisa menjalani terapi pengganti hormon jika menderita penyakit Autoimun yang menghambat produksi hormon dalam tubuh.

Misalnya, untuk penderita diabetes tipe 1, dibutuhkan suntikan insulin untuk mengatur kadar gula darah, atau bagi penderita tiroiditis diberikan hormon tiroid.

Beberapa obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid (contohnya dexamethasone), digunakan untuk membantu menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh.

Obat jenis anti TNF, seperti infliximab, dapat mencegah peradangan yang diakibatkan penyakit Autoimun rheumatoid arthritis dan psoriasis.

===

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved