Breaking News:

Kebangkrutan Indonesia di Ambang Mata : Bandingkan Utang Vs Asset Negara

Tidak sedikit kalangan praktisi dan masyarakat yang mencemaskan besarnya hutang Negara sampa saat ini.

Editor: Salman Rasyidin
(thikstockphotos) via KOMPAS.com
Ilustrasi rupiah--Jika Bank Indonesia Nekat Cetak Uang Rp 4.000 Triliun Demi Selamatkan Warga dari Wabah Virus Corona, Indonesia Malah Bakal Makin Sengsara, Kok Bisa? 

SRIPOKU.COM – Tidak sedikit kalangan praktisi dan masyarakat yang mencemaskan besarnya utang negara sampai saat ini.

Seperti diwartakan Intisari-online.com sebelumnya yang menggam­barkan bahwa banyak masyarakat  galau dan resah melihat fakta  pembengkakan jumlah utang negara Indonesia dari waktu ke waktu.

Seperti yang kita ketahui, utang Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu.

Apalagi saat masa pandemi, sistem ekonomi yang seret, dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Namun, jika dipikir lagi, kita mungkin perlu membandingkan aset negara dengan jumlah utang negara.

Karena untuk mengetahui kapasitas keuangan Indonesia, jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara ( DJKN) Kementerian Keuangan mencatatkan nilai aset negara saat ini mencapai Rp 10.467,5 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 65 persen dari nilai sebelumnya yang mencapai Rp 6.325 triliun.

Lonjakan nilai aset pemerintah terjadi lantaran dilakukan perhitungan kembali aset negara atau revaluasi pada tahun 2018 hingga tahun 2020 ini.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Encep Sudarwan pun mengatakan, hasil revaluasi tersebut telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved