Breaking News:

KANIT Reskrim Tewas Ditikam Residivis Perampokan, Pelaku Kini Sudah Diamankan, Ini Kronologinya!

Korban atas nama Ipda Uji Uji Siswanto, selaku Kanit Reskrim Polsek Utan diduga menjadi korban penyerangan SH alias Bim, seorang warga.

Editor: Welly Hadinata
kolase
Korban atas nama Ipda Uji Uji Siswanto, selaku Kanit Reskrim Polsek Utan 

SRIPOKU.COM, NTB - Seorang anggota kepolisian di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menjadi korban penyerangan dan penusukan hingga meninggal dunia.

Korban atas nama Ipda Uji Uji Siswanto, selaku Kanit Reskrim Polsek Utan diduga menjadi korban penyerangan SH alias Bim, seorang warga.

Kanit Reskrim Polsek Utan Kabupaten Sumbawa Ipda Uji Siswanto menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia. Pembunuhan tersebut dilakukan SH alias Bim warga Dusun tengah 3 Desa Tengah Kecamatan Utan pada hari jumat, (10/7/ 2020) sekira pukul 10.00 Wita.

Dilihat dari postingan akun instgram @ndorobeii Minggu (12/7/2020), diketahui pelaku penikaman terhadap korban telah ditangkap.

Dalam postingan akun tersebut, tampak foto pelaku yang tak berkutik dibekuk petugas.

SH alias Bim, pelaku yang menyebabkan Kanit Reskrim Polsek Utan Ipda Uji Siswanto tewas ditikam
SH alias Bim, pelaku yang menyebabkan Kanit Reskrim Polsek Utan Ipda Uji Siswanto tewas ditikam (Instagram)

"Salah satu anggota kami yang bertugas di Polsek Utan, Polres Sumbawa, meninggal akibat ditikam oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab,” kata Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal, dalam keterangannya, Minggu (12/7/2020).

 

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu menyayangkan kejadian itu.

Dia menjelaskan, aparat kepolisian adalah manusia biasa yang selama melakukan upaya penegakan hukum akan selalu menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat.

Namun, kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu, penegakan hukum harus dilakukan demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

"Banyak yang ingin menegakkan hukum dengan profesional, namun tetap diperlakukan tidak berkeadilan oleh masyarakat, ini cukup disayangkan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved