23 Warga dalam Satu Acara Pernikahan Positif Virus Corona, Tempat Wisata Ditutup, Pedagang Ketakutan

Dalam suatu acara pernikahan, ada 23 warga dinyatakan positif Covid-19, termasuk mempelai perempuan dan orangtuanya.

Editor: Refly Permana
(ISTIMEWA)
angkapan layar video seorang ibu mengamuk hendak membatalkan pernikahan anaknya di Desa Sugian, Lombok Timur(ISTIMEWA) 

SRIPOKU.COM - Beberapa negara, termasuk sejumlah provinsi di Indonesia, mulai menjalankan new normal di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Dalam tahapan new normal, aktivitas kehidupan mendekati seperti aktivitas di saat sebelum adanya wabah Virus Corona di dunia.

Tempat usaha kembali dibuka, sejumlah kegiatan yang menghadirkan keramaian boleh dilakukan, dan lain sebagainya.

Namun, apa yang terjadi di Spanyol ini setidaknya bisa sedikti dijadian perhatian di saat kita mungkin saja mulai sedikit teledor akan bahaya penularan Virus Corona.

Mengenal Sosok Muzammil Hasballah, Penghafal Alquran dan Imam Salat Bersuara Merdu, Disiplin Mengaji

Sebanyak 23 orang yang berada dalam suatu acara pernikahan di sebuah kawasan wisata Spanyol dilaporkan terinfeksi virus corona.

Dari 23 orang itu, termasuk sang mempelai wanita dan ibu kandungnya.

Kini, lebih dari 35.000 warga Tudela di Navarra diminta untuk kembali memakai masker dan mematuhi aturan jaga jarak alias social distancing untuk mencegah penyebaran penularan Virus Corona lebih jauh.

Aturan pencegahan Covid-19 ini juga digemakan di Pamplona, di mana sebanyak 5 kasus infeksi Virus Corona teridentifikasi di dalam keluarga yang sama di sana.

Kabar tentang 'tragedi Covid-19 dalam pesta pernikahan' ini muncul setelah Spanyol mencatat 257 kasus infeksi Virus Corona.

Angka itu mengalami kenaikan harian tertinggi sejak 30 Mei lalu. Selain itu, juga ada wabah Covid-19 yang dilaporkan di Catalonia, Galicia dan Aragon.

Sementara itu, melansir The Sun, Menteri Kesehatan Salvador Illa mengonfirmasi bahwa terdapat 73 lonjakan kasus infeksi Virus Corona yang tengah ditangani di Spanyol.

Pejabat kesehatan di Tudela meski begitu masih belum bisa menentukan apakah pernikahan yang melaporkan kasus infeksi itu dilakukan di bawah aturan lockdown atau apakah jumlah tamu yang diizinkan melampaui dari aturan yang berlaku.

Namun, mereka mengakui bahwa mereka mengharapkan hasil yang lebih positif karena kini sedang menguji siapa pun yang telah memiliki kontak dalam acara pernikahan, termasuk staf di tempat acara dan bar yang dikunjungi para pengunjung sesudah acara tersebut.

Epidemiologi Unsri: Sensitivitas Rapid Test Hanya 30 Persen, Sebaiknya PCR Disediakan Secara Masif

Melansir The Sun, 2 orang tamu pernikahan sebelum dites Virus Corona mengatakan kalau mereka merasa kurang enak badan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved