Breaking News:

Pembobol Bank BNI Rp 1,3 Triliun Diekstradisi dari Serbia, Tak Berkutik Saat Ditangkap

Yasonna menyampaikan, upaya ekstradisi Maria tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik antarnegara.

Kompas.com
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama buron pelaku pembobilan BNI Maria Pauline Lumowa yang diekstradisi dari Serbia, Rabu (8/7/2020).(Dokumentasi/Humas Kemenkumham) 

JAKARTA, SRIPO -- Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Ham sukses mengekstradisi buronan kasus pembobolan kas Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

Maria Pauline Lumowa, tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru yang buron sejak tahun 2003 tiba di Indonesia, Kamis (9/7) kemarin.

Maria bertolak dari Belgrade, Serbia, Rabu waktu setempat melalui mekanisme ekstradisi berdasarkan permintaan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Serbia.

Proses ekstradisi ini dilakukan oleh delegasi pemerintah yang dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

Pengakuan Maria Pauline Lumowa Soal Aksi Jadi Pembobol BNI, Mengaku Dijebak & Sebut Beberapa Nama

Yasonna menyampaikan, upaya ekstradisi Maria tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik antarnegara serta komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.

”Ini adalah proses pencarian panjang yang kita lakukan untuk menunjukkan bahwa negara kita adalah negara hukum,” kata Yasonna di ruang VIP Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta, setelah Maria tiba dari Serbia kemarin.

Proses ekstradisi Maria dari Serbia dilakukan tertutup dan memakan waktu yang panjang.

Sosok Adrian Waworuntu yang Menjadi Teman Maria Pauline saat Bobol Bank BNI di Tahun 2002 Silam

Pemerintah Indonesia perlu melakukan pendekatan-pendekatanhigh level dengan Pemerintah Serbia karena ada sejumlah upaya dari pihak luar yang berusaha membatalkan proses ekstradisi Maria ke Tanah Air.

Salah satunya yakni upaya suap yang coba dilakukan kuasa hukum Maria Pauline Lumowa.

“Ini memerlukan proses panjang. Ada negara lain melakukan lobi. Penjelasan dubes ada upaya intens dari salah satu negara untuk melobi supaya yang bersangkutan tidak diekstradisi ke Indonesia. Ada pengacara MPL mencoba upaya hukum juga. Ada upaya semacam melakukan suap,” ungkap Yasonna.

Inilah Wajah Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp1,7 Triliun, Ekstradisi dari Serbia, Buron 17 Tahun

Halaman
1234
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved