Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Masa Panen tak Serentak, Serapan Beras Bulog Lubuklinggau Baru Tercapai 40 Persen

Realisasi penyerapan gabah dan beras oleh Perum Bulog Kota Lubuklinggau untuk cadangan beras pemerintah sepanjang Januari-Juli 2020 baru tercapai 350

SRIPOKU.COM / Eko Hepronis
Kepala Bulog Lubuklinggau Joko Susilo 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Realisasi penyerapan gabah dan beras oleh Perum Bulog Kota Lubuklinggau untuk cadangan beras pemerintah sepanjang Januari-Juli 2020 baru tercapai 350 ton.

Jumlah tersebut belum separuh target dari yang ditetapkan Bulog Kota Lubuklinggau, sebab target Bulog sampai akhir tahun 2020 sebanyak 1.000 ton.

Kepala Perum Bulog Kansilog Lubuklinggau, Joko Susilo mengatakan akan terus berupaya meningkatkan target realisasi mengingat saat ini baru memasuki semester kedua.

Kepanikan Raffi Ahmad Ketahuan Nyanyi Lagu Ayu Ting Ting, Nagita Marah Besar, Tegas Beri Peringatan

 

Manajeman Sriwijaya FC Isyaratkan Tak Semua Pemain Dipanggil TC, Ini Alasannya

"Saat ini baru terealisasi 40 persen, masih ada sisa sekitar 60 persen lagi. Insyaallah tercapai sampai akhir tahun nanti," ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Ia menuturkan, lambannya serapan Bulog saat ini karena terkendala panen ditingkat petani yang tidak serentak.
Karena sejak awal petani ditempat serapan tidak tidak serentak melakukan musim tanam.

"Jadi kendalanya itu karena memang tingkat petani tidak serentak.

Seorang PDP Virus Corona Meloncat dari Lantai Tiga Rumah Sakit, Dokter Sebut Pasien Alami Depresi

Pelanggan Datangi Kantor PDAM Tirta Musi, Minta Pertanggungjawaban Melonjaknya Tagihan Air

Memang puncak panen ditingkat petani khususnya Mirasi terjadi bulan Januari dan Februari tapi masih ada karena tidak serentak," paparnya.

Ia menambahkan, alasan lain belum tercapai karena wilayah Jambi dan daerah Curup Bengkulu juga membeli beras di wilayah Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Sementara dari tiga wilayah Mura, Lubuklinggau dan Muratara ini penghasil beras paling banyak hanya di Kabupaten Mura terutama di wilayah Kecamatan Tugu Mulyo, Sumber Harta dan Megang Sakti.

Sering Tak Disadari, Inilah 11 Tanda Awal Kehamilan (1): Mimisan hingga Rasa Aneh di Mulut

 

Sosok Adrian Waworuntu yang Menjadi Teman Maria Pauline saat Bobol Bank BNI di Tahun 2002 Silam

"Ketiga wilayah itu paling banyak
sementara lainnya seperti Lubuklinggau dan Muratara hanya sedikit, bahkan ada yang hanya padi darat," paparnya.

Selain itu, kendala sama dengan sebelumnya yakni tingginya harga beras dipasaran. Sedangkan Bulog tidak bisa membeli melebihi harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Minta Tolong Sule Lunasi Utangnya Rp 40 Juta, Dede Sunandar Kaget Dengar Syaratnya: Tega Amat Pak

 

Sosok Adrian Waworuntu yang Menjadi Teman Maria Pauline saat Bobol Bank BNI di Tahun 2002 Silam

"Harga dikisaran petani saat ini rata-rata Rp 9.000 perkilogram. Itu jauh di atas pembelian yang di tetapkan fleksibilitas pemerintah yakni Rp 8.500 perkilogram," ujarnya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved