Breaking News:

Dampak Covid-19 Penjualan Logam Mulia PT Antam Anjlok, Fasilitas Online belum Terlalu Diminati

Penjualan logam mulai milik PT Aneka Tambang (Antam) anjlok karena dampak pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Sripoku.com / Jati P
EMAS BATANGAN -- Salah satu pegawai PT Antam Tbk UBBP Logam Mulia Palembang saat menawarkan emas batangan sebagai produk investasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penjualan logam mulai milik PT Aneka Tambang (Antam) anjlok karena dampak pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Marketing Representative PT Antam Tbk UBBP Palembang, Imam Sutarwoko, mengatakan turunnya penjualan logam mulia karena banyak penyebabnya.

Mulai dari pademi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih selektif berinvestasi hingga turunnya daya beli masyarakat.

Lima Pasien Covid-19 di Palembang Hari Ini Meninggal Dunia, Penambahan Kasus Ada dari OI & Banyuasin

Terbatasnya jam operasional butik yang hanya beroperasi tiga kali sepekan juga membuat penjualan turun.

"Butik hanya buka tiga kali seminggu, jadi kita siasati dengan buka secara online sehingga masyarakat tetap bisa membeli logam mulia via online," ujarnya, Selasa (7/7/2020).

Konsumen yang akan membeli logam mulia bisa melakukan pemesanan melalui WhatsApp langsung di web resmi Antam.

Imam menduga, masyarakat masih belum 100 persen percaya jika memebli logam mulia secara online karena barang berharga sehingga khawatir mengenai pengirimannya.

"Membeli logam mulia sekarang juga bisa online karena pengirimannya kita menggunakan kurir terpercaya dan asuransi," ujarnya.

Video : Api Habiskan Sebuah Rumah di Rantau Bayur Banyuasin, Pemilik Lolos dari Maut

Imam mengatakan penjualan online tetap ada yang membeli namun jumlah minim dibanding yang datang langsung ke butik.

Yang membeli itu juga milenial dengan jumlah pembelian tidak terlalu besar, yakni 1-5 gram paling besar.

Sementara itu untuk pembelian langsung ke butik masih lebih banyak meski jumlahnya turun.

Imam mengatakan biasanya setiap bulan bisa menjual 13-15 kg logam mulia tapi kini turun hanya sekitar 10 kilo saja.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved