Bupati Ogan Ilir Angkat Bicara Terkait Pemecatan Tim Medis RSUD Indralaya, Disebut Maladministrasi

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam akhirnya angkat bicara terkait kesimpulan sementara Ombudsman Sumsel.

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / RM Resha A.U
Calon Bupati Petahana Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam. SRIPOKU.COM/RESHA 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam akhirnya angkat bicara terkait kesimpulan sementara Ombudsman Sumsel terkait hasi investigasi pemecatan 109 tenaga kesehatan (Nakes) beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, kalau kesimpulan tersebut baru sebatas dugaan.

"Kalau mengarah, berarti belum. Mengarah ke arah tidak baik, berarti belum dikerjakan. Kalau salah katakan yang salah, mana yang salah, kita akan perbaiki," ujarnya saat diwawancarai, Senin (6/7/2020).

Video : Striker SFC ini Senang Tim Bakal Gelar TC Kembali, Berikut yang Dikangeni di Palembang

Dalam press rilisnya beberapa waktu lalu, Ombudsman Sumsel menduga adanya maladministrasi terkait pemecatan 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir yang beberapa waktu lalu ditandatanganinya.

Dugaanya, yakni mengarah ke penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan prosedur.

"Dilihat dulu mana yang salah, mana yang benar. Yang saya salah dimana. Dia menuntut nggak ada APD, padahal lengkap.

Komisi 9 DPR RI sudah datang, Ombudsman sudah, DPRD Sumsel, kabupaten datang, semua mengecek itu," tuturnya.

"Kalau salah gimana sih? Memangnya kalau orang nggak mogok, nggak bisa dipecat? Nggak usah dipecat lah biarlah mereka, apakah begitu?" tambahnya lagi.

Namun, pihaknya tidak menutup pintu jika ada Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang akan dilayangkan oleh Ombudsman, pertengahan bulan ini.

Penikmat Musik Wajib Tahu, Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Mendengarkan Musik dan Ini Manfaatnya

Pihaknya siap melakukan evaluasi, jika memang ada kesalahan.

"Kalau menurut saya, itu sudah benar. Kalau ada yang salah kita evaluasi. Ada yang diberhentikan ternyata mereka masuk, kita kembalikan.

Kalau mereka memang tidak salah. Kalau memang dia provokatornya, tapi tidak dipecat, kita akan pecat. Yang salah akan kita berikan punishment," jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 109 tenaga kesehatan di RSUD Ogan Ilir dipecat oleh Bupati Ogan Ilir dipecat beberapa waktu lalu.

Mereka dipecat berdasarkan SK Bupati Ogan Ilir, nomor 191/KEP/RSUD/2020.

Suami Digerebek Istri Sah Dalam Kamar Hotel, Ternyata Istri dan Selingkuhan Sama-sama Hamil

Para Nakes tersebut dipecat karena mereka dianggap mogok kerja selama 5 hari.

Selain itu, mereka juga dikatakan menuntut Alat Pelindung Diri (APD) yang menurut mereka saat itu belum jelas.

Karenanya, Ombudsman Sumsel turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi yang sebenarnya terjadi.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Ombudsman Sumsel menduga adanya maladministrasi, dan LAHP akan diserahkan ke Bupati Ogan Ilir pertengahan bulan untuk segera dijalankan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved