Breaking News:

Ratusan Ekor Babi Mati

Ratusan Ekor Babi di Peternakan Talang Buruk Palembang Mati, Terungkap dari Melimpahnya Ampas Tahu

Hal ini terungkap ketika Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban.

(ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI)
Petugas gabungan menyeret bangkai babi mengunakan perahu di aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 5.800 ekor babi mati diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lebih dari 800 ekor babi yang ada di peternakan babi kawasan Talang Buruk, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang mati.

Hal ini terungkap ketika Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban.

Ketika berada di lokasi, mereka menemukan hal yang janggal.

Dedy Irwandy Dapat Anak Ketiga Bakal Penerus Jadi Pesepakbola Berharap Seperti Pemain Italia

"Kami sendiri tahunya pada saat akan memeriksa hewan kurban karena sekarang sudah mendekati Idul Adha.

Tapi pada saat di peternakan, kami lihat melimpahnya ampas tahu yang merupakan pakan babi.

Kemudian kami tanya ke peternak, baru mereka bilang banyak babi yang mati mendadak dan kejadian itu tidak dilaporkan oleh mereka," ujarnya.

Atas temuan itu, langsung dilakukan tindakan cepat dengan mengambil sampel yang tersisa dari kandang babi untuk dilakukan uji swab.

Aurel Syok Cinta Kuya Sebut Sosok yang Benci Padanya Orang Dekat, Bongkar Sifat Asli Atta ke Anang

Pengambilan sampel sempat mengalami kendala lantaran bangkai babi yang mati mendadak sudah tidak ada lagi di peternakan.

Begitupun dengan kandang, kini sudah dibersihkan.

"Jadi sampel yang kita ambil berasal dari kandang-kandang bekas babi tadi.

Kita kumpulkan apa yang bisa diambil, misalnya bekas air minum babi ternak itu dan lain-lain yang tersisa," ujarnya.

Ini 6 Orang Dianggap Paling Jorok di Dunia Tapi dapat Rekor Muri, Ada yang tak Mandi Selama 60 Tahun

Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel, drh Jafrizal mengatakan ratusan ekor babi tersebut berasal dari Medan dan Lampung tanpa memiliki izin masuk ke Palembang.

"Kalau melihat cirinya, babi-babi itu memang diduga kena demam babi Afrika," ujarnya saat dihubungi Tribunsumsel.com, Sabtu (4/7/2020).

Lebih lanjut dikatakan, matinya hewan ternak tersebut rupanya telah terjadi sejak bulan Maret lalu dengan kasus kematian mendadak yang diakui para peternak belum terlalu banyak.

Puncaknya baru terjadi pada bulan ramadhan lalu yang jumlah kematian babi hampir menyentuh seribu ekor.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved