Berita OKU Selatan
Diduga Depresi Baru Sebulan, Seorang Penggembala Sapi di OKU Selatan Gantung Diri
Heri Erliansyah (22) warga Dusun I Desa Mehanggin Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan ditemukan warga tewas gantung diri.
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARADUA--Alami depresi sejak lebih kurang sebulan terakhir seorang pemuda berusia 22 Tahun warga Dusun I Desa Mehanggin Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan ditemukan warga tewas diduga gantung diri.
Korban Heri Erliansyah (22) dengan pekerjaan sehari-hari sebagai penggembala sapi, memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Belakangan terakhir diceritakan tetangga setempat kerap berlari ketakutan menghindar saat bertemu warga.
Diketahui korban Heri merupakan warga rantauan yang berasal dari Jawa Barat yang telah lama menetap di Desa Mehanggin Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
Hingga ditemukan meninggal dengan kondisi menggenaskan yang menggegerkan warga setempat lingkungan Desa Mehanggin.
• Saksikan Dialog Nasional The Spirit of New Normal, Ini Kata Bupati Lahat Cik Ujang Tentang Tribun
• Bupati Musirawas Hendra Gunawan Antusias Mengikuti Dialog Nasional HUT Tribun Sumsel ke-8
• Pasangan Beriman Mantan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf Maju di Pilkada OKU 2020, Makin Seru
Berdasarkan olah TKP pihak berwajib dari petugas kepolisian Polres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK melalui Kapolsek Muaradua Iptu Dismin mengungkapkan dugaan sementara dari keterangan keluarga korban mengakhiri hidupnya karena depresi.
"Kalau menurut keterangan keluarga dia (korban) sejak bulan puasa sakit depresi, jadi kalau ketemu orang, berlari,"ujar Kapolsek terkait motif korban gantung diri.
Korban yang telah meninggal diketahui warga gantung diri di bagian lantai atas tempat tinggalnya menggunakan seutas tali nilon berwarna hijau yang kerap digunakan untuk mengikat hewan ternak.
Berdasarkan olah TKP ditemukan tanda-tanda korban gantung diri dengan barang bukti bercak sperma di celana korban, lidah yang menjulu keluar dan kotoran yang keluar dari lubang tempat BAB.
"Korban kesehariannya memelihara sapi, dia sudah merantau di OKU Selatan berasal dari Jawa Barat, Sunda,"terang Dismin.