Kisah Petenis Meja Asal Palembang, Sekarang Jadi Petenis Nasional "Tak Lupakan Pelatih Masa Kecil"

Petenis meja nasional asal Palembang Gilang Maulana menyadari ada peran besar seorang pelatih di masa kecilnya

SRIPOKU.COM/Abdul Hafiz
Petenismeja Nasional asal Palembang Gilang Maulana menjadi pemateri pada coaching clinic mengajari petenismeja cilik Sumsel di Pitstop Xiom Table Tennis Center Jl Purwosari, Kalidoni Palembang, Sabtu (27/6/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Petenis meja nasional asal Palembang Gilang Maulana menyadari ada peran besar seorang pelatih di masa kecilnya yang mengantarkannya menjadi petenis profesional saat ini.

Untuk itu, dirinya mengatakan takkan melupakan pelatih masa kecilnya di Palembang yang membuatnya berkarir menjadi petenis meja nasional di klub Gudang Garam Jawa Timur.

"Awalnya dulu saya masih kecil dilatih oleh Eryan Yusuf. Banyak sih. Ada Ayil, ada Pak Yusuf, didampingi orangtua saya sendiri Satria Sani. Itu jenjang awal saya berkarir. Boleh dibilang yang gak boleh saya lupain. Karena awal saya masuk Gudang Garam saat itu bisa langsung menjuarai di Kejurda," ungkap Gilang Maulana yang menjadi salah seorang narasumber dari 5 petenismeja nasional pada coaching clinic di Pitstop Xiom Table Tennis Center Jl Purwosari, Kalidoni Palembang, Sabtu (27/6/2020).

Gilang menjelaskan datang ke tanah kelahirannya di Palembang ini diundang untuk mengisi coaching clinic berbagi ilmu.

"Saya Gilang Maulana asli kelahiran Palembang 16 November 1990. Tahun 2000 saya pindah ke Gudang Garam (Jawa Timur). Di situ saya memupuk prestasi. Tahun 2007 saya sempat menjuarai event dunia junior. Prestasi terbaik saya medali emas PON 2012," terangnya.

Gilang merupakan anak sulung dari 2 bersaudara buah kasih pasangan Satria Sani (PNS Dinas Koperasi Palembang) dan almarhumah Nyayu Ayucik saat masih di Palembang tinggal di Kenten Sako dan kemudian tahun 2009 rumah itu dijual hijrah ke Jakarta.

Lantaran baru pertama langsung menjuarai Kejurda, saat itu juga Gipang dikontrak oleh Gudang Garam.

"Semua dibiayai. Kalau saya tidak juara di saat itu saya akan lambat. Mungkin akan bayar administrasi dulu sehingga membebankan orangtua saya," kata Gilang.

Ia mengaku sudah berkeluarga, punya anak satu tinggal di Jakarta sebagai Kepala Pelatih klub Story itu juga yang banyak membantunya sekarang.

Ngemis jadi Supir Raffi Ahmad, Nyatanya Dorce Cuma Betah 2 Minggu, Ini Alasannya Pamit sampai Nangis

16 Pebasket dari NBA Dinyatakan Positif Covid-19, Ada Malcom Brogdon, Jabari Parker, dan Alex Len

Lima Petenis Meja Nasional Berbagi Ilmu di Pitstop Xiom Table Tennis Center Palembang

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved