Breaking News:

Advetorial

Aktivitas Pertanian Tidak Boleh Berhenti di Tengah Covid-19, Pertahankan Produktifitas Tanaman

Bibit unggul memiliki potensi produksi secara genetik yang tinggi, tanaman dapat memacu potensi produsinya

Dokumen SMK PP Sembawa
SMK PP N Sembawa melaksanakan kegiatan perawatan tanaman dengan melibatan guru dan karyawan setiap hari Jumat. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Potensi produksi tanaman ditentukan faktor dalam (genetik) dan faktor luar.

Bibit unggul memiliki potensi produksi secara genetik yang tinggi, tanaman dapat memacu potensi produsinya jika didukung kondisi lingkungan yang optimal.

Berkenaan dengan itu penyiapan lingkungan tumbuh tanaman harus dilakukan dengan baik seperti penyiapan lahan sebelum tanam dan perawatan tanaman juga perawatan tanaman selanjutnya harus dilakukan dengan baik dan berkesinambungan.

Hal ini dilakukan untuk menjamin faktor pertumbuhan yang dibutuhkan tanaman agar tetap tersedia secara optimal untuk mendukung agar potensi produksi tanaman menjadi lebih optimal.

Sukseskan Kostratani Tenaga Pendidikan dan Kependidikan SMK PP Sembawa Ikuti Pelatihan SIG

 

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMK PP Sembawa Kunjungi Petani Milenial Di Sungai Pinang Rambutan

Hal ini sejalan dengan himbuaan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang tak hentinya menyerukan aktivitas pertanian tidak boleh berhenti, sektor pertanian harus tetap produktif.

Menindak lanjuti seruan Kemetan di tengan pademi covid-19, Ir. Mattobi’i, M.P Kelapa SMK PP N Sembawa melaksanakan kegiatan perawatan tanaman dengan melibatan guru dan karyawan setiap hari Jumat.

Salah kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan produktifitas tanaman dengan melaksanakan pemupukan terhadap tanaman buah-buahan diantaranya tanaman durian, alpokat dan rambutan.

Tim Handball SMK PP Sembawa Berhasil Menyabet Dua Mendali Ajang Porprov Prabumulih XII

 

45 Tenaga Pendidik SMK PP Sembawa Antusias Ikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah 2019

Selajutnya Ir. Mattobi’i, M.P menjelaskan teknik pemupukan terhadap ke tiga jenis tanaman dilakukan system pemupukan berimbang, yaitu pemberian pupuk an organic (NPK, dosis 200 g/pohon) dan pupuk organik berupa merang padi (satu karung/tanaman) dan pupuk kandang sapi (satu karung/tanaman).

Alasan melakukan sistem pemupukan berimbang karena jenis tanah di lahan kita adalah PMK (Podzolik Merah Kuning) yang memiliki tingkat kesuburan rendah dan ke tiga jenis tanaman ini menghendaki kesuburan yang baik.

Sejalan dengan penejelaskan di atas menurut Dr. Zulkipli, M.Si, guru Budidaya Tanaman menyatakan untuk jenis tanaman yang menghendaki tingkat kesuburan tanah yang baik maka kegiatan pemupukan harus dilakukan tepat waktu, tepat jenis dan dosis pupuk.

Jika kegiatan pemumukan tidak dialkukan dengan baik, sehingga tingkat kesuburan tanah makin menurun.

Difisiensi unsur hara dan air tanah yang berat dalam waktu yang lama, berakibat tanaman akan rentan terserang penyakit, baik penyakit fisiologi maupun yang diakibatkan pathogen.

Berkenaan dengan itu pemupukan berimbang merupakan salah satu kegiatan utama yang akan menentukan tingkat produktifitas tanaman, apakah tanaman mampu memacu potensi produsksi secara optimal atau sebaliknya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved