Demi Prestasi PON Hinayah Terus 'Genjot' Latihan, Waspadai Ancaman DKI

Atlet panjat tebing Sumsel Hinayah, membidik persiapan terbaik demi naik panggung di pesta olahraga paling bergengsi Nasional pada PON di Papua

SRIPOKU.COM/RESHA
Atlet Panjat Dinding asal Sumsel Hinayah 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kendati pun perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Tanah Papua, ditunda menjadi tahun depan, namun ancaman dari atlet-atlet top Tanah Air tetap menjadi ancaman.

Meski demikian, atlet-atlet andalan Sumsel tetap membidik persiapan terbaik demi naik panggung di pesta olahraga paling bergengsi pada PON Papua mendatang.

Demikian dikatakan atlet panjat tebing Sumsel Muhammad Hinayah, Selasa (23/6/2020).

Meski di tengah Pandemi Covid-19, ia mengaku kerap menjalani latihan dengan durasi sepekan dua kali.

Ia mengaku, meski dirinya pernah mengharumkan nama Indonesia di level Asia pada Asian Games 2018 lalu dengan meraih medali emas, ia tak kemudian jumawa, ia tetap menjadikan rekan-rekan atlet tetap menjadi ancaman.

"Musuh berat tetap banyak, ada DKI Jakarta dan lain-lain," ujar Muhammad Hinayah.

Tanggapan Pemain Timnas Indonesia Soal Kisruh Shin Tae-yong Dengan PSSI, Fokus Saja

Shin Tae-yong Harus Kembali ke Indonesia 29 Juni Nanti, Ada Ancaman Pemecatan Jika Tak Dipenuhi

Aparat Keamanan Dapat Pesan Dari Presiden Jokowi,

Atlet panjat tebing asal Sumatera Selatan Muhammad Hinayah.
Atlet panjat tebing asal Sumatera Selatan Muhammad Hinayah. (IST)

Atlet yang tercatat sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Palembang ini mengaku saat ini sesuai dengan instruksi KONI Sumsel tetap menjalani latihan mandiri dengan durasi latihan yang disesuaikan.

Menurutnya, penundaan PON Papua tak melulu menjadi keuntungan, kalau atlet tidak benar-benar mempersiapkan latihan dengan maksimal. Terlebih, atlet-atlet daerah-daerah lain tentu banyak mempersiapkan latihannya.

"Makanya kadang seminggu dua kali latihan, selain itu kuliah lewat daring. Mudah-mudahan dengan tetap latihan, fisik dan mental kita lebih terlatih," katanya.

Ia mengaku jelang PON Papua, selain Pelatda try out ke luar Indonesia diharapkan tetap dilakukan. Hal tersebut demi menambah jam terbang dan mental.

"Di Indonesia hampir merata kekuatan, mungkin tru out di China karena disana bagus, buat jam terbang dan mental," pungkasnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved