Penyebab Longsor di Empat Lawang Sumsel Disebabkan Curah Hujan Lebat Sehari Sebelumnya

"Kondisi cuaca seperti ini diprakirakan dapat berlangsung hingga dua atau tiga hari ke depan," ujar Shinta

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
ILustrasi 

SRIPOKU.COM-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SMB II Palembang menyebut putusnya akses jalan dan tanah longsor di antara desa Talang Padang dengan Desa Bandar Agung Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang Sumsel disebabkan karena curah hujan.

Seperti diketahui, curah hujan yang cukup lebat sehari sebelumnya atau pada Sabtu (19/6/2020) kemarin.

"Intensitas curah hujan hari kemarin kami pantau di Empat Lawang lebih dari 50 mm per hari (termasuk hujan lebat)," katanya.

"Hal Ini karena saat musim penghujan debit air sungai masih tinggi dan pada musim peralihan ini masih ada potensi hujan maka aliran air sungai masih tinggi sehingga potensi longsor masih memungkinkan terjadi," jelas Kepala Unit Analisis dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, Minggu (20/6/2020).

Sinta mengatakan, daerah lainnya di Sumsel yang masih berpotensi longsor utamanya di daerah dataran tinggi seperti Lahat, Pagaralam, Oku Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Menurutnya, untuk saat ini wilayah Sumsel masih masuk musim peralihan karena pola angin timur yang artinya monsun timur sudah aktif.

Namun, cuaca sebagian besar wilayah Sumsel masih berawan dan berpotensi hujan karena beberapa hari terakhir ini kondisi atmosfer wilayah Sumsel masih cukup lembab dan pola angin masih terjadi belokan.

Di samping itu, Madden Julian Oscalliation (MJO) perlahan-lahan sudah mulai berkontribusi juga memberikan tambahan uap air di wilayah Sumsel.

MJO merupakan gangguan awan, hujan, angin, dan tekanan udara yang melintasi kawasan tropis dan kembali ke titik awal dalam kurun waktu rata-rata 30 hingga 60 hari.

MJO kerap digambarkan sebagai variabilitas iklim tropis interseasonal (bervariasi setiap minggunya).

"Kondisi cuaca seperti ini diprakirakan dapat berlangsung hingga dua atau tiga hari ke depan," ujar Shinta

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved