Breaking News:

Berita Prabumulih

Anggotra DPRD Bangka Selatan dan Instansi Terkait Kunker ke Kota Prabumulih Belajar Ternak Lele

Sebanyak tujuh anggota DPRD Bangka Selatan berikut instansi terkait melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Pertanian Pemerintah kota Prabumulih.

SRIPOKU.COM/Edison Bastari
Pansus II DPRD Bangka Selatan saat mengunjungi budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Desa Pangkul KEcamatan Cambai Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Program peningkatan ekonomi kerakyatan yang dilakukan Pemerintah kota Prabumulih dengan pengembangan ternak ikan lele dengan sistem kolam bioflok, ternyata menarik minat Kabupaten Bangka Selatan untuk belajar.

Sebanyak tujuh anggota DPRD Bangka Selatan berikut instansi terkait melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Pertanian Pemerintah kota Prabumulih guna mempelajari pengembangan perikanan, perternakan dan perkebunan.

Para wakil rakyat Bangka Selatan yang dipimpin Drs Armadi MM tersebut tidak hanya menyerap ilmu dengan berdikusi bersama jajaran Dinas Pertanian kota Prabumulih namun langsung meninjau lokasi kolam bioflok di kawasan Desa Pangkul Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

Kepala Dinas Pertanian Pemkot Prabumulih, Syamsurizal SP mengungkapkan kedatangan para wakil rakyat itu selain ingin mengetahui perkebunan di kota Prabumulih juga terkait budidaya ikan sistem bioflok.

"Untuk perkebunan di Prabumulih sebagian besar perkebunan rakyat sehingga tidak bisa mereka pelajari, namun untuk perikanan kita ada budidaya ikan lele sistem bioflok yang ingin dipelajari mereka," bebernya.

Syamsurizal mengaku para wakil rakyat itu tertarik belajar sistem bioflok lantaran di bangka selatan yang merupakan daerah banyak laut tidak ada yang menerapkan.

Heboh Video Wanita Tanpa Busana di Jalanan Surabaya, IDI Benarkan Seorang Dokter

Kasus Covid-19 di Sumsel Melonjak, Palembang Paling Banyak

Anggaran Pilkada Serentak di Kabupaten OKU Dipangkas, Butuh Dana Rp 3,2 M untuk Beli APD

"Menurut mereka di sana banyak ikan namun hasil tangkapan di laut dan jika tidak melaut maka tidak bisa makan ikan, jika ada sistem bioflok akan memungkinkan bisa meningkatkan perekonomian para nelayan disana," lanjutnya seraya mengatakan pihaknya langsung mengajak ke lokasi membudidayakan lele.

Lebih lanjut Syamsurizal mengaku di Prabumulih ada sekitar tujuh kelompok budidaya ikan sistem bioflok yang dibina pemkot Prabumulih dan seluruhnya berhasil dimana sejak beberapa tahun lalu tetap berkelanjutan dan telah memiliki pangsa pasar tersendiri.

"Kelompok itu setiap 2 atau 3 bulan panen dan dari tujuh kelompok itu ada 3 ton lebih sekali panen. Untuk pembeli ikan lele bioflok ini sendiri sangat banyak dan bahkan para kelompok tani banyak mendapat pesanan hingga kabupaten tetangga," bebernya seraya mengatakan para dewan bangka selatan kunjungan dalam rangka konsultasi pembahasan perda.

Sementara itu, Drs Armadi MM yang merupakan ketua Pansus II Raperda Penyelenggaraan usaha perkebunan dan Perikanan Bangka Selatan mengungkapkan jika pihaknya datang ke Prabumulih untuk belajar serta konsultasi terkait perkebunan dimana didalamnya termasuk bidang perikanan maupun perternakan.

"Kami ingin mempelajari terkait perkebunan dan perikanan di kota Prabumulih untuk selanjutnya akan kami terapkan di tempat kami Kabupaten Bangka Selatan," bebernya.(eds)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved