Mulut Dilakban dan Dipukuli Oknum Polisi, Raja Korban Salah Tangkap Ini 3 Hari Dirawat di RS

Dalam interogasi itu, Raja mengatakan dipaksa mengaku mencuri sepeda motor, namun dia tetap mengatakan tidak melakukannya hingga dipukuli

Istimewa/handout
Mulut Dilakban dan Dipukuli Oknum Polisi, Raja Korban Salah Tangkap Ini 3 Hari Dirawat di RS 

SRIPOKU.COM-Seorang warga Merangin babak belum akibat menjadi korban salah tangkap.

Seorang warga Perumahan Puri Kencana Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin Jambi, mengaku dianiaya oknum anggota Satreskrim Polres Merangin.

Informasi yang dihimpun tribunjambi.com, warga yang bernama Badia Raja Situmorang (26) itu dituduh pencuri sepeda motor.

Dijemput dari rumah dan dibawa dengan mobil, kemudian interogasi polisi dan dipaksa mengaku mencuri sepeda motor dan karena memang tidak melakukannya, maka Badia Raja Situmorang (26) membantahnya, sehingga dipukuli.

Dia kemudian babak belur saat pulang dari Markas Polres Merangin Jambi.

Setidaknya, tiga hari Raja dirawat di RS karena luka-luka memar akibat dipukuli saat menjalani interogasi.

Kini, pihak keluarga sudah menyerahkan kasus ini kepada pihak LBH Jambi untuk mengusut tuntas kasus pemukulan dan salah tangkap oleh oknum anggota Polres Merangin Jambi.

Seperti dilansir dari Tribun Jambi, korban dijemput paksa dan kemudian dimasukkan dalam mobil.

Sempat dibawa berkeliling dengan mulut dilakban serta dipukuli, setidaknya ada dua tempat berdasarkan kronologis dari aksi pemukulan yang dilakukan oknum anggota Polres Merangin terhadap Raja.

Dalam interogasi itu, Raja mengatakan dipaksa mengaku mencuri sepeda motor, namun dia tetap mengatakan tidak melakukannya hingga dipukuli berikut fakta-fakta dan kronoligisnya:

Halaman
1234
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved