Breaking News:

Berita Prabumulih

Walikota Prabumulih Ancam Pindahkan Guru Ketahuan Melakukan Jual Beli Bangku Sekolah, Laporkan!

"Tidak bolehlah jual beli bangku, laporkan ke kami siapa yang jual beli, namanya siapa dan akan kita tindak," ungkap Ridho, Kamis (18/6/2020).

SRIPOKU.COM/Edison Bastari
Wako Prabumulih H Ridho Yahya saat mengecek peserta tes penerimaan beasiswa untuk sekolah di Akademi Akamigas, beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih H Ridho Yahya meminta seluruh masyarakat kota Prabumulih agar melaporkan ke dirinya langsung jika dalam penerimaan siswa baru ada sekolah-sekolah yang melakukan jual beli bangku sekolah atau pungutan liar (pungli) di luar ketentuan.

"Tidak bolehlah jual beli bangku, laporkan ke kami siapa yang jual beli, namanya siapa dan akan kita tindak," ungkap Ridho ketika diwawancarai wartawan, Kamis (18/6/2020).

Ridho menuturkan, warga yang dimintai pungutan liar ketika anaknya ikut penerimaan siswa baru hendaknya dalam melapor menyertakan nama siapa yang meminta, asal sekolah dan nama anak yang hendak masuk.

"Laporkan siapa yang minta, memberi ke siapa, berapa jumlahnya dan siapa anaknya karena akan tetap kita luluskan, saya jaminanya lulus," tegasnya.

Orang nomor satu di Prabumulih itu meminta kepada para orang tua wali murid agar jangan takut resiko anaknya tidak lulus dengan telah menyampaikan informasi namun dirinya sebagai walikota menjamin anak pelapor lulus.

Telkomsel Komitmen Tetap Mengedukasi Generasi Muda Melalui Gaya Komunikasi di Era New Normal

Belasan Warga Desa Gramat Merapi Selatan Kabupaten Lahat Mendesak PT LPPBJ Membayar Upah Kerja

Ojek Online Belum Boleh Angkut Penumpang, Mobil Boleh 70 Persen dari Kapasitas Muatan

"Jangan takut diancam guru, laporkan ke saya, anaknya saya jamin lulus di sekolah itu, tidak ada resiko dengan menyampaikan informasi itu bagi orang tua maupun murid," katanya.

Namun Ridho meminta warga yang melapor hendaknya jagan mengada-ada atau justru informasi hoax namun pelapor harus ada bukti jika memang benar ada pungutan liar.

"Laporkan ke saya tapi jangan hoax dan harus ada bukti, jika memang benar maka sanskinya guru (pelaku pungli-red) akan kita pindahkan," tegasnya.

Tindakan tegas itu kata Ridho tentu hanya berlaku untuk ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dan Sekolah Dasar (SD). "Kalau SMA bukan wewenang kita tapi provinsi, jadi tidak kita tindak," tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini seluruh sekolah di kota Prabumulih tengah melakukan penerimaan siswa baru. Penerimaan siswa baru sendiri sudah hampir seluruh sekolah melakukan dengan sistem online. (eds)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved