Breaking News:

Buya Menjawab

Penutupan Masjid Saat Wabah Pandemi Covid-19

PSBB atas izin Menteri Kesehatan, sebelum izin tersebut disetujui Menteri apa sudah dibolehkan pihak berwenang menutup masjid?

Editor: Bejoroy
sripoku.com/nisa
Ilustrasi - Jemaah sholat Jumat di Masjid Agung Palembang pada 12 Juni 2020. 

4. Dalam kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat Jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat Zuhur di tempat masing-masing.

Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

5. Dalam kondisi penyebaran Covid-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan shalat Jumat.

Dalam mencermati Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, diharapkan pihak yang berwenang dapat menentukan secara proporsional dan adil; mana-mana kawasan yang berpotensi penularannya tinggi, atau sangat tinggi, suatu kawasan yang potensi penularannya rendah, kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali dan kondisi penyebaran Covid-19 terkendali dengan kriteria yang jelas, sehingga umat Islam dapat menentukan sikap dan mengambil keputusan yang tepat; kapan masjid dibuka, atau tidak dibuka untuk peribadatan Fardlu ain seperti shalat Jumat dan fardlu kifayah, sunnat dll.

Dalam hal pihak berwenang tidak menentukan kriteria, hanya dengan memukul rata saja setiap kawasan disamakan dengan ibukota DKI Jakarta yang sudah PSBB, tanpa memilah-milah zona, dikhawatirkan pihak berwenang “bersikap kurang tepat terhadapumat Islam” dengan tidak dibolehkan melaksanakan sholat jumat, padahal kawasan yang dilarang tersebut masih termasuk dalam kawasan yang potensi penularannya rendah dan atau terkendali dimana menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), mereka wajib melaksanakan shalat Jumat.

ilustrasi
https://covid19.go.id/p/berita/infografis-covid-19-11-juni-2020

Dengan tidak adanya kejelasan kriteria dari penguasa yang berwenang menentukan kawasan tersebut, maka beragamlah respon masyarakat Islam dalam menyikapinya; ada yang melaksanakan shalat Jumat di masjid-masjid yang mereka merasa aman dan mengklaim daerahnya masih termasuk kawasan yang potensi penularannya rendah dan atau terkendali.

Ada pula yang mematuhi seruan bersama, walikota, Dewan Masjid kota dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota tanggal 26 Maret 2020 pada point 2.a. Untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat Jumat yang sepertinya sudah menetapkan Palembang sudah termasuk “Zona merah”. Di susul pula dengan Keputusan Bersama MUI Kota Palembang dan DMI Kota Palembang tanggal 10 April 2020 Tentang Himbauan tidak menyelenggarakan sholat Jumat dalam situasi wabah corona di kota Palembang.

Maka setelah diajukan kepada menteri kesehatan usul PSBB ditolak berarti masih berada pada kawasan yang potensi penularannya rendah dan atau kondisi penyebaran Covid-19 terkendali, maka menurut Fatwa MUI N0.14 Tahun 2020 Ketentuan Hukum point 3.b. “Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus corona,…”

Point.5. Dalam kondisi penyebaran Covid-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan shalat Jumat. Jadi masjid tidak boleh ditutupoleh pemerintah.

Apabila sudah resmi ditetapkan sebagai Zona PSBB, maka berlakulah pembatasan beraktifitas di masjid sebagaimanapada Fatwa MUI di atas, bukan menutup/mengunci masjid. (*)

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved