Andai 13 Juli Nanti Dibuka, Begini Aturan yang Harus Dilakukan Sekolah di Palembang, Sudah Siap?

Telah ditetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli mendatang, pelajar pun harus bersiap untuk memulai belajar kembali

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Zaini
Aktivitas sejumlah guru SMPN 9 diruang TU gedung Sekolah SMPN 9 di Jalan Rudus Sekip Palembang, Rabu (3/5/2029) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Telah ditetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli mendatang, pelajar pun harus bersiap untuk memulai belajar kembali di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah pun akan segera menerapkan new normal life, tentu bidang pendidikan juga harus bersiap.

Tapi apakah aman untuk pelajar PAUD hingga SMP masuk kembali, apalagi jumlah orang yang positif Covid-19 di Palembang makin banyak?

Atas dasar hal inilah, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Palembang berdiskusi dengan pihak Dinas Pendidikan Palembang, Rabu (10/6/2020).

Warga 11 RT Nikmat 300 Nasi Kotak Dapur Umum Covid

Ketua IDAI Sumsel, dr Silvia Tri Ratna, mengatakan pihak IDAI Sumsel dan IDI Palembang mendiskusikan soal persiapan bila memungkinkan masuk sekolah.

"Ya yang dipersiapkan saranan dan prasarananya dulu, dari gurunya juga, persiapan dari anak itu sendiri, dan keluarganya," ujarnya.

"Artinya persiapan untuk hidup sehat, lingkungan sehat untuk menunjang penularan. Soal layak atau tidak saat ini masuk sekolah? Saya tidak bisa mengatakan saat ini layak atau tidak harus ada data epidemiologi dulu," katanya.

Namun yang jelas, dia melanjutkan bahwa angka kasus di Palembang ini belum turun, belum jelas kapan akan turun.

"Jadi khusus anak, sangat rentan sekali jika tertular. Begitu juga resiko menularkan dan resiko tertular ketika sudah masuk sekolah," jelasnya.

Babinsa Koramil Sukarami Pandu Warga Cuci Tangan yang Benar

"Sebelum mulai sekolah, anak anak itu harus betul betut mengerti dulu, mengerti bagaimana hidup sehat, harus cuci tangan dulu dengan baik, pakai masker, bukan hanya anak tapi orangtua pun harus seperti itu.

Orangtua kan jadi contoh anaknya," katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto megatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menentukan kapan siswa PAUD hingga SMP Palembang belajar tatap muka di kelas.

"Setelah kami berdiskusi bahwa anak anak sangat rentan terkena Covid-19 dibuktikan sudah ada yang meninggal, yang terpapar juga banyak yang artinya dalam kondisi apapun masih bisa tertular Covid-19 apalagi orang dewasa maka dari hasil diskusi kami sekolah untuk layak dibuka itu syaratnya banyak," jelasnya.

Sekolah juga harus sudah siap, baik itu gurunya, protokol kesehatannya, kesiapan anak, kesiapan orangtua dan transportasi.

300 Nasi Kotak Didistribusikan kepada Warga Talangbetutu

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved