Breaking News:

Tanjungenim Kota Wisata

Sebentar Lagi Masyarakat Nikmati Museum Batubara, Progres Pembangunan Museum Capai 90 persen

Pasalnya, PT Bukit Asam sedang membangun Museum Batubara yang telah mencapai progres sekitar 90 persen.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Ardani Zuhri
Pekerja sedang bekerja menyelesaikan pembangunan Museum Batubara yang diprakarsai PTBA. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Masyarakat Muaraenim khususnya Tanjungenim sebentar lagi akan miliki tempat wisata baru.

Pasalnya, PT Bukit Asam sedang membangun Museum Batubara yang telah mencapai progres sekitar 90 persen.

"Wabah Covid 19 ini, sangat berpengaruh terhadap seluruh progres pembangunan proyek yang ada di kawasan BDN Tanjung Enim," kata Sekper PT Bukit Asam Hadis Surya Palapa didampingi Ketua Teknis Infrastruktur Kota Wisata Budi Lesmono, Senin (8/6/2020).

Menurut Hadis, seharusnya sesuai progres proyek ini selesai pada bulan Juni 2020 ini.

Namun semenjak mewabahnya Covid-19,
seluruh progres otomatis terpaksa mundur menjadi bulan Agustus 2020 mendatang.

PTBA Bantu 14 Ventilator Untuk Rumah Sakit di Sumsel

 

Peduli Penanganan Covid-19, PTBA Bantu Alkes dan Mesin Ventilator untuk Rumah Sakit di Sumsel

Adapun kendala tersebut berada di tenaga ahli untuk pembangunan proyek tersebut.

Karena tenaga ahli tersebut, didatangkan dari luar Sumatera yang tidak bisa masuk ke Tanjungenim.

Adanya new normal ini, tenaga ahlinya baru bisa datang ke Tanjungenim, tetapi belum bisa berkerja karena mereka harus dikarantina terlebih dahulu di lokasi proyek tersebut dan tidak kita inapkan di rumah warga.

Nanti setelah 14 hari, setelah dinyatakan sehat barulah mereka bisa bekerja kembali untuk menyelesaikan pembangunan proyek tersebut.

PTBA Fokus Penyelesaian Proyek Pembangunan Sekolah SD dan SMP Bukit Asam

 

PTBA Beli Puluhan Ton Beras Petani Desa Pagar Dewa Muaraenim, Bantuan Sembako di 3 Kecamatan Ini

Masih dikatakan Hadis, sejauh ini, progres pembangunan museum tersebut sudah mencapai 87 sampai 90 persen.

Semua sarana dan prasarana kelengkapan museum sudah ada, hanya tinggal ngeset aja.

"Relnya sudah dipasang, namun untuk coal parknya, sebagian peralatan dan tenaga ahlinya kita datangkan dari Malang, namun sebagian masih tertahan di Malang.

Mudah-mudahan dengan adanya new normal ini, semua bisa berjalan lagi," pungkasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya new normal yang diberlakukan pemerintah, progres pembangunan museum ini dapat segera diselesainya.

Ke depan, keberadaan Museum Batubara tersebut selain sebagai tempat wisata juga edukasi dan akan menambah salah satu icon Wisata yang ada di Tanjungenim dalam mendukung program Tanjungenim sebagai Kota Wisata di Sumsel.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved