Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Zona Hijau dan Dipersilakan News Normal di PALI, Gubernur Berikan Peringatan Keras Jangan Gegabah

"Maka saya intruksikan untuk membuat rencana strategi, atau rencana aksi. Nanti diajukan ke gugus tugas provinsi dalam hal ini gubernur."

SRIPOKU.COM/REIGAN
Gubernur Herman Deru didampingi Bupati PALI Heri Amalindo saat meninjau rumah sehat SLB Talang Kerangan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI--Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memberikan peringatan kepada PALI agar tetap disiplin dalam penanganan Covid-19.

Meski sebenarnya PALI masuk zona hijau dan boleh new normal.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meninjau kesiapan percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam kunjungan ke Bumi Serepat Serasan Gubernur Herman Deru didampingi Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, Kejati Sumsel DR Wisnu Broto, Kombes Pol Djihartono selaku mewakili Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra.

"Kami perlu perlu melihat langsung kondisi di lapangan, kami bersama forkopimda hari ini berkunjung ke OKU dan PALI," ungkap Herman Deru, Sabtu.

Menurut Deru, Kabupaten PALI sedikit khusus, karena PALI adalah kabupaten yang sudah diberikan lampu hijau dari gugus tugas nasional untuk menuju New Normal.

"Nah, disini pentingnya kehadiran kami untuk mengingatkan, bahwa New Normal ini jangan disikapi gegabah, karena ini bisa jadi bumerang kalau disikapi gegabah." jelas Deru.

"Maka saya intruksikan untuk membuat rencana strategi, atau rencana aksi. Nanti diajukan ke gugus tugas provinsi dalam hal ini gubernur." lanjutnya.

Deru menjelaskan, yang menuju New Normal di Sumsel ada empat kabupaten/kota, yakni, PALI, OKU Selatan, Empat Lawang dan Pagaralam.

Sementara yang lain baru akan menyongsong New Normal.

"Saya selalu ingatkan Bupati, DPRD Forkopimda untuk ditata dulu, Dimensi Kesehatan, Dimensi Ekonomi dan dimensi sosial, jangan nanti new normal diberikan, malah jadi ke euforiaan, kan fatal akibatnya." jelasnya.

Dirinya berharap, untuk proses New Normal agar bisa mengedukasi masyarakat cara hidup yang benar dalam new normal.

"Intinya juga bahwa produktivitas tak boleh terganggu namun protokol kesehatan harus ditegakkan." jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved