Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Pengalaman dr Makiani Menangani Covid 19, Ada Keluarga Minta Jenazah Dibakar

Bila ada tanda-tanda ke arah Covid-19, misalnya sesak nafas, batuk, pilek, langsung ke triase gedung Covid-19.

SRIPO/ABDUL HAFIZ
dr Makiani 

Pada Live Talk Sumsel Virtual Fest 2020 yang tayang di channel YouTube Tribun Sumsel dan SripokuTV kemarin, Tribun Sumsel mewawancarai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang, dr. Hj. Makiani.

Wawancara mengenai penanggulangan Covid-19 di Sumsel ini, sedikit mengulas pelayanan RSUD Bari terhadap pasien Covid-19 di Palembang dan sekitarnya.

Selain merawat pasien Covid-19, ternyata sejumlah dokter dan paramedis di RSUD Bari juga tak luput dari paparan virus Corona.

Berikut ini petikan wawancara Kepala Newsroom Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Hj. Weny Ramdiastuti bersama Direktur RSUD Bari Palembang, dr. Hj. Makiani.

Bagaimana prosedur penanganan pasien Covid-19 di RSUD Bari?
RSUD Bari memiliki ruang perawatan umum dan perawatan khusus Covid-19. Perawatan Covid-19 ini, aksesnya berbeda, gedungnya juga berbeda. Proses pemeriksaannya, ada screening awal, triase (seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu) di IGD.
Bila ada tanda-tanda ke arah Covid-19, misalnya sesak nafas, batuk, pilek, langsung ke triase gedung Covid-19. Untuk pasien yang tidak ada gejala mengarah ke Covid-19, diarahkan ke IGD untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Kami memiliki tim dokter yang akan memutuskan apakah pasien tersebut dirawat secara umum atau berdasarkan prosedur penanganan pasien Covid-19.

Sejauh ini berapa banyak jenazah Covid-19 dari RSUD Bari yang dimakamkan di tempat pemakaman khusus di Gandus?
Sejauh ini ada 17 jenazah Covid-19 dari RSUD Bari yang dimakamkan di Gandus. Jumlah ini berasal dari dalam dan luar kota Palembang.

Adakah keberatan atau bahkan penolakan keluarga korban Covid-19 saat tahu anggota keluarganya akan dimakamkan di Gandus sesuai protokol Covid-19?
Ada beberapa keluarga yang menolak jenazah Covid-19 dimakamkan di pemakaman khusus di Gandus. Namun kami Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 dibantu petugas dari kepolisian ikut menjelaskan, memberi pengertian kepada pihak keluarga korban.
Alhamdulillah, selama ini masih berjalan lancar, tidak ada yang menolak pemakaman sesuai protokol Covid-19. Ada satu kasus karena berbeda keyakinan saja. Jadi pihak keluarga meminta jenazah untuk dikremasi, dibakar bersama peti jenazah.

Adakah paramedis di RSUD Bari yang dinyatakan positif Covid-19?
Ada. Yang pertama kali malah pada saat pertama kami membuka gedung perawatan pasien Covid-19, ada tenaga medis terpapar virus karena ada pasien yang belum sepenuhnya jujur mengakui bahwa ia positif Covid-19.
Saat itu kita belum transmisi lokal. Kalau kami tanya, ada tidak perjalanan ke daerah transmisi lokal? Dijawab yang bersangkutan tidak. Setelah diperiksa, ternyata dua orang yang merupakan pasutri tersebut positif.
Kemudian kami melakukan rapid test kepada paramedis kami yang kontak dengan pasien, tiga orang dokter di IGD dinyatakan positif Covid-19. Setelah swab, ternyata positif juga. Saat itu total ada delapan paramedis yang dinyatakan positif.

Apakah kedelapan paramedis tersebut saat ini sudah sembuh?
Mereka sudah sembuh tapi ada lagi paramedis yang dinyatakan positif Covid-19 karena kalau dokter itu kan ada juga yang berpraktik emergency ke rumah sakit lain.

Bagaimana dengan dukungan keluarga terhadap profesi Anda sebagai dokter yang saat ini menangani pasien Covid-19?
Keluarga mendukung dan tidak komplain terhadap profesi saya kerja di rumah sakit. Tidak ada misalnya, suami paramedis itu datang ke saya minta agar istrinya tidak ditempatkan di penanganan Covid-19. Kalau pasangan dokter itu, yang memiliki istri dokter atau suami dokter, sudah tertempa sejak awal. Sejauh ini tidak ada masalah.

Apa pesan Anda kepada masyarakat yang saat ini seakan paranoid dengan rumah sakit di masa pandemi ini?
Jangan takut ke rumah sakit. Jika ada gejala penyakit apapun, silakan datang dan jangan sampai menunggu gejala tersebut makin parah. Begitu juga jika merasa ada gejala Covid-19, segera periksa atau datang ke rumah sakit. Jangan ragu, jangan takut. (mg27)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved