Agar Latihan Tetap Maksimal Saat Liga 1 Bergulir Arema FC Usul Adopsi Protokol Kesehatan Pelatih Ini

Agar kegiatan latihan tim bisa tetap berjalan maksimal tanpa khawatir melanggar batas-batas pencegahan Covid-19, Arema FC

SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Arema FC akan Lakoni Laga Uji Coba, Noh "Along" Alam Shah kembali ke Kanjuruhan sebagai Pelatih 

SRIPOKU.COM -- Agar kegiatan latihan tim bisa tetap berjalan maksimal tanpa khawatir melanggar batas-batas pencegahan Covid-19, Arema FC mengusulkan untuk mengadopsi protokl kesehatan dari negara lain selama kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 di masa new normal.

Salah satunya adalah mengadopsi protokol kesehatan dalam latihan yang digunakan pelatih Guangzhou Evergrande, Fabio Canavaro.

Hal ini dilakukan agar kegiatan latihan tim bisa tetap berjalan maksimal tanpa khawatir melanggar batas-batas pencegahan Covid-19.

“Kita sudah berdiskusi dengan Mario Gomez, lalu muncul ide kenapa kita tidak meniru metode latihan yang diterapkan Fabio Canavaro di China,“ kata General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo.

Cara kerjanya adalah membagi tim menjadi dua kelompok.

Pria Asal Kecamatan Tulung Selapan OKI Ini Bawa 48 Paket Sabu, Diduga Akan Transkasi Narkoba

Setujui Beberapa Usulan PSSI Soal Liga 1, Presiden Persik Kediri Juga Ajukan 3 Permintaan

Transfer Kontroversional Kembali Terjadi di Man United, Jika Ole Gunnar Solskjaer Lakukan Hal Ini

Lalu, kelompok ini akan mendapatkan waktu latihan berbeda. Sehingga, latihan tim akan berlangsung dengan dua sesi dan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Pembatasan jumlah tersebut diharapkan mampu menambah ruang gerak pemain dan pelatih untuk menerapkan physical distancing di lapangan.

“Itu latihannya persepuluh orang atau separuh-separuh. Mungkin latihan strategi didahulukan kemudian yang lain menyusukl belakangan,” ucapnya.

Ide tersebut merupakan satu dari tiga pandangan Ruddy Widodo terhadap "New Normal" dalam konteks sepak bola.

Selain harus menyiapkan protokol kesehatan saat latihan, tim juga harus memperhatikan hal paling dasar seperti tempat tinggal pemain.

“Insya Allah mess Arema aman, karena mereka bukan tinggal seperti di barak yang dihuni banyak orang. Rata-rata anak-anak itu satu kamar diisi dua orang, yang di mess pun anak-anak dari luar kota dan bujang,” tutur general manajer asal Madiun tersebut.

"Kalau lainnya ada yang di rumah masing-masing bahkan ada yang kontrak," tuturnya.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved