Berita Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Bakal Absen Jika Kompetisi Digulir Tanpa Degradasi Promosi, Ini Komentar Coach Budi Jo

Head Coach Sriwijaya FC, Budiardjo Thalib menyatakan siap mengikuti apapun kebijakan yang diambil pihak manajemen Sriwijaya FC terkait keberlangsungan

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pelatih Kepala Tim Sriwijaya FC Budiardjo Thalib 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Head Coach Sriwijaya FC, Budiardjo Thalib menyatakan siap mengikuti apapun kebijakan yang diambil pihak manajemen Sriwijaya FC terkait keberlangsungan kompetisi Liga 2.

"Ya ikuti aja. Ya mau apalagi," ungkap head coach Budiardjo Thalib kepada Sripoku.com, Selasa (2/6/2020).

Pelatih yang akrab disapa Budi Jo membenarkan dirinya legowo apapun nantinya yang diputuskan pihak manajemen.

"Saya harus patuh dan ikuti kebijakan manajemen jika klub ingin liga diteruskan, saya siap dan jika ingin distop, saya juga legowo," kata mantan pelatih Persik Kediri

Pria kelahiran Makassar 4 Juli 1970 juga menyatakann prihatin jika ini harus terjadi akibat dampak krisis wabah pandemi covid-19 virus corona.

"Ia sedih banget, kerjaan jadi terbangkalai dan semua kena dampaknya," pungkasnya.

Video: Sempat Dianggap Bangkrut, Roro Fitria Mendadak Bayar Pajak Beberapa Mobil Mewahnya

 

Video Ramalan Bintang 2 Juni 2020: Ini adalah Hari yang Tepat untuk Mewujudkan Semua Mimpi Taurus

Manajer Sriwijaya FC H Hendri Zainuddin SAg SH menyatakan pihaknya memastikan Laskar Sriwijaya bakal absen jika PSSI memaksakan menggelar kompetisi tanpa degradasi promosi.

"Kita tidak ikut kalau kompetisi dijalankan tapi tidak ada degradasi promosi. Buat apalah. Bikin turnamen aja. Turnamen gak wajib mau ikut apa tidak. Kita pastikan gak ikut," tegas Manajer Sriwijaya FC H Hendri Zainuddin SAg SH usai mengikuti rapat virtual PSSI Liga 1 dan Liga 2, Senin (1/6/2020).

Menurut Hendri ada berbagai pertimbangan kenapa PSSI masih bakal tetap menggelar kompetisi di tahun 2020 ini.

"Yang pertama kepentingan Timnas akan berlaga. Terus ada Piala Dunia U-20 2020, saya lihat perwakilan Indonesia di AFF, di AFC, di mana-mana itu kan ditentukan oleh Liga. PSSI harus hidup juga Badan Liga harus hidup juga dengan sponsor. Tentu itu yang akan jadi pekerjaan dengan New Normal PSSI," papar HZ.

Hendri menepis anggapan jika klub keberatan dilakukan rapid test terhadap pemain setiap jelang pertandingan nantinya.

'Tentunya sesuai protokol kesehatan. Setiap klub itu setuju. Tapi juga klub minta pergantian pemainnya tidak tiga kali lagi. Bisa lima kali. Terus pemain yang kena covid-19 virus corona nantinya bisa diganti. Kalau klub ini 10 wong corona, mati kito. Tanpa penonton. Itu dibicarakan PSSI yang akan mensubsidi klub. Tetapi kita berharap dengan persiapan yang panjang ini coroba semakin landailah," terangnya.

Inilah 8 Jenis Pekerjaan saat Pandemi Covid-19: ada Penguji Covid-19 hingga Zoom Support Specialists

 

Cerita Widi Mulia Blak-blakan Sudah Khatam Betul Perangai Bandel Dwi Sasono, Sampai Ancam Begini

HZ yang juga Wakil Dirut PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelolah klub SFC menyatakan tidak mempermasalahkan kompetisi berjalan home tournament.

"Apapun bentuknya kita mengikuti, tapi harus tegas. Persoalannya saya bilang tadi kita sudah dua bulan minta pendapat kita minta hentikan karena faktor kesehatan, nah setelah ini perjalanannga ada New Normal harus dijalankan. Ya kita harus ikut apapun risikonya," kata HZ yang juga Ketum KONI Sumsel.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved