PSBB di Palembang

Kebanyakan Pelanggar PSBB Palembang Memilih Hukuman Menyanyikan Lagu Wajib Dibandingkan Menyapu

Kebanyakan pelanggar memilih untuk menyanyikan lagu wajib nasional yakni Indonesia Raya dan Garuda Pancasila.

SRIPOKU.COM/BAYAZIR AL RAYHAN
Pelanggar PSBB Palembang di Jalan Jenderal Sudirman Palembang diberikan sanksi di lapangan berupa menyanyikan lagu wajib nasional, Selasa (2/6/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Para pengendara yang kedapatan melanggar penerapan PSBB Palembang, tepatnya di Jalan Sudirman Kota Palembang diberikan sanksi langsung di lapangan.

Setelah kedapatan melanggar PSBB Palembang, pengendara yang didominasi kendaraan roda dua ini kemudian didata oleh petugas di lokasi check point.

Sebanyak 38 pelanggar kedapatan membawa penumpang yang berbeda alamat diberikan sanksi di lapangan berupa menyanyikan lagu wajib nasional ataupun menyapu area sekitaran posko check point PSBB Palembang.

Fitrianti Agustinda Pastikan Sekolah di Palembang Tidak Dibuka, Mulai Besok Guru & Staf Mulai Kerja

Jangan Gegabah dengan New Normal, Jauhi Tempat-tempat Ini, Risiko Penularan Covid-19 Bisa 100 Kali

Hari Terakhir PSBB Palembang, Masih Banyak Pelanggar Tercatat di Posko Check Point Sudirman

Salah satu pengemudi roda dua yang kedapatan melanggar PSBB Palembang diberikan pilihan apakah ingin menyanyikan lagu wajib nasional ataukah menyapu lokasi sekitar.

Pengendara roda dua diberhentikan karena kedapatan membawa penumpang saat melintas di Check Poin PSBB Palembang Jalan Sudirman, Kamis (28/5/2020)
Pengendara roda dua diberhentikan karena kedapatan membawa penumpang saat melintas di Check Poin PSBB Palembang Jalan Sudirman, Kamis (28/5/2020) (SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan)

Dari pantauan Sripoku.com di lokasi, kebanyakan pelanggar memilih untuk menyanyikan lagu wajib nasional yakni Indonesia Raya dan Garuda Pancasila.

RD, salah satu pengendara sepeda motor yang kedapatan melanggar PSBB Palembang mengatakan bahwa ia sudah tahu akan adanya PSBB ini.

Akan tetapi dikarenakan ada keperluan mendadak bersama temannya ia nekat berboncengan dua.

"Sudah tahu, tapi karena ada keperluan mendadak terpaksa berboncengan dua. Teman aku tidak punya motor," jelasnya, Selasa (2/6/2020).

Update Sebaran Kasus Covid-19 di Palembang, Kecamatan Sukarami 71 Kasus, IT I 19 Kasus, Kalidoni 48

PSBB Palembang Diperpanjang, Salpol PP Palembang Siap Perketat Penerapan Sanksi PSBB

4 Daerah di Sumsel Siap New Normal, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan, Palembang Masih PSBB!

Dikatakannya, ia bersama temannya memilih untuk menyanyikan lagu wajib nasional dibandingkan menyapu sekitaran lokasi.

Halaman
12
Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved