Human Interest Story

Cerita Miris Petugas Pemakaman TPU Gandus, Jumlahnya Melonjak Usai Lebaran

Seiring bertambahnya jumlah jenazah yang hendak dimakamkan, ia mengaku juga kerap kekurangan APD yang dipergunakan untuk memakamkan.

SRIPOKU.COM/ZAINI
Suasana pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Gandus Hill Palembang. 

PROSES pemakaman di pemakaman khusus Covid- 19 Palembang berlangsung dramatis di Gandus Hill. Iringan ambulans yang membawa jenazah kerap disusul oleh kendaraan yang digunakan ahli waris.

Tangis mendadak memecah keheningan para kerabat yang menghantar. Seorang pemuda menangis histeris melihat kerabatnya dimakamkan dari kejauhan.

"Itu bapak mak, itu bapak," katanya kemudian ditenangkan keluarga yang lain.

Keluarga hanya diperkenankan melihat dari kejauhan saat anggota keluarganya dimasukkan ke liang lahat. Mereka mengabadikan proses pemakaman itu sejauh 50 meter menggunakan ponsel.

"Maaf ibu- ibu dan bapak-bapak, hanya bisa sebatas ini saja, tidak ada yang bisa masuk. Melihat saja boleh," ungkap anggota polisi yang bersiaga di pemakaman.

Seorang keluarga jenazah yang dimakamkan, SI mengaku tak bisa berbuat banyak saat anggota keluarganya diminta oleh rumah sakit dimakamkan secara protokol Covid- 19.

"Kami sangat yakin dia tidak terkena Covid -19 tapi rumah sakit meminta almarhumah dimakamkan disini," ungkapnya.

Ia melanjutkan kerabatnya memiliki riwayat penyakit yang sudah lama diderita yakni jantung dan sesak nafas.

Almarhum baru sekitar satu hari dibawa ke rumah sakit karena kambuh.

Bahkan pihak keluarga tak sempat melihatnya untuk terakhir kali karena semua proses memandikan dan shalat dilakukan pihak rumah sakit.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved