Guru di Palembang belum Rapid Test, Sekolah Diwacanakan Dibuka Lagi, Murid Dilarang Duduk Berdekatan

Dinas Pendidikan Palembang mengaku telah mendapatkan instruksi dari Kementerian Pendidikan pada 15 Juni ini.

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Ilustrasi Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah. Foto diambil beberapa waktu yang lalu. 

Satu Meja Satu Siswa, Kapasitas Ruangan Kelas Dipangkas

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Pendidikan Palembang mengaku telah mendapatkan instruksi dari Kementerian Pendidikan pada 15 Juni ini.

Namun, pihaknya masih mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan Covid-19 atau Virus Corona di Kota Palembang.

Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto, meyakinkan pertimbangan untuk membuka kembali Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah tentunya dengan pertimbangan matang.

Tak Kapok Cerai dari Anggota TNI, Putri Nia Daniaty Kembali Gandeng Taruna Tampan, Sosoknya Disorot!

"Tolong yakinkan masyarakat kita buka sekolah itu tidak mau mengambil resiko bagi siswa. Bila 15 Juni belum memungkinkan, maka akan ada pemberitahuan lanjutan," jelasnya, Senin (1/6/2020).

Zulinto mengatakan, bila mulai menjalankan belajar mengajar, jadwal pun akan diatur dibagi dalam dua shift dengan sistem ganjil genap menyesuaikan nomor absensi siswa.

Kapasitas ruangan pun akan dibuat seminimal mungkin.

"Jadi kalau mereka 36 orang satu kelas dulunya, nanti akan hanya 18 siswa satu kelas dan kita pastikan satu meja satu orang siswa, tidak boleh berdampingan," jelasnya.

Dengan banyaknya jumlah guru yang mencapai 6.000 orang, pihaknya belum bisa melakukan rapid test bagi tenaga pengajar.

Namun, dipastikan protokol kesehatan ketat akan diberlakukan selama kegiatan belajar mengajar dimulai.

Tetap Parkirkan Mobil di Jl Sumatera Jakabaring Palembang Meski Sudah Dilarang,Mobil Pria Ini Rusak

"Cek suhu, jaga jarak, pakai masker itu wajib. APD yang digunakan standar sesuai protokol kesehatan," tegasnya.

Dijelaskan lagi, setelah keputusan Kota Palembang masih tentatif terkait status kepastian new normal dan PSBB berlanjut atau berakhir.

Akhirnya, Zulinto berencana mengefektifkan sekolah setelah tahun pelajaran baru pada 13 Juli 2020.

"Jadi idealnya mungkin tahun ajaran baru siswa baru kembali bersekolah dan itu juga dinilai lebih efektif," jelasnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved