Berita Musirawas

Polres Musirawas Siap Kawal New Normal, Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Dalam vidcon ini dibahas terkait akan diberlakukannya new normal di tengah pandemi covid-19 yang akan diterapkan pada awal Juni 2020.

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy bersama Wakapolres Kompol Handoko Sanjaya dan Kabag Ops Kompol Suparlan beserta perwira jajaran Polres Musirawas mengikuti video conference (Vidcon) dengan Wakapolri Komjen Gatot Edi, Jumat (29/5/2020) lalu.

Dalam vidcon ini dibahas terkait akan diberlakukannya new normal di tengah pandemi covid-19 yang akan diterapkan pada awal Juni 2020.

"Rencananya pada awal Juni 2020 ini, mulai akan diberlakukan new normal. Terkait rencana new normal ini, kami dari Polres Musirawas siap untuk mengawal dalam penerapannya nanti," kata Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy melalui Kabag Ops Kompol Suparlan, Minggu (31/5/2020).

Dikatakan, dalam penerapan new normal nantinya, khususnya diwilayah Kabupaten Musirawas, masyarakat hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

Karena dalam fase new normal ini bukan berarti bebas sebebasnya, tapi tetap dalam koridor protap covid-19.

Kunker ke OKU, Kapolda Sumsel Perintahkan Anggota Maksimalkan Pengamanan Tahapan Pilkada

Update Covid-19 di OKI, Satu Pasien Asal Tulung Selapan Sembuh Kabar Baik yang Dinantikan Masyarakat

Jamur Tiram SMK PP Negeri Sembawa, Setiap Panen Langsung Ludes Diborong Pembeli

Seperti tetap memakai masker, jaga jarak, tidak bersentuhan, hindari kerumunan, boleh mudik atau perjalanan luar daerah hanya saja tetap melakukan protap covid-19. Kemudian sering cuci tangan serta menggunakan hand sanitizer yang pastinya terapkan hidup bersih.

"Walaupun sudah new normal, tetapi masyarakat tetap menjaga diri agar terhindar dari paparan atau penularan virus corona,” ujarnya.

Ditambahkan, terkait dengan izin keramaian pada masa new normal, seperti izin untuk hajatan pernikahan warga dan keramaian lainnya, hal itu kata Kompol Suparlan masih menunggu perintah selanjutjnya.

"Apabila ada masyarakat akan mengelar hajatan seperti pernikahan, musibah kematian dan lainnya, kalau itu, masih menunggu perintah selanjutnya,” ujarnya. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved