Curi Kipas Angin di Pasar 16 Palembang, Wanita Paruh Baya Ini Diamankan

Lantaran ulahnya melakukan aksi pencurian kipas angin mini di kawasan pasar 16 Ilir, Kota Palembang, membuat Desi Arina diamankan

SRIPOKU.COM/ANDI Wijaya
Desi saat diamankan petugas SPKT Poltestabes Palembang, lantaran ulahnya melakukan aksi mencuri kipas angin, Sabtu (30/5) 

PALEMBANG, SRIPOKU.COM -- Lantaran ulahnya melakukan aksi mencuri kipas angin mini di kawasan pasar 16 Ilir, Kota Palembang, membuat Desi arina (40) warga Simpang Patal Kelurahan Talang Jambi Kecamatan Sukarame, Palembang ini, harus berurusan dengan pihak kepolisian Polrestabes Palembang, Sabtu (30/5), sore.

Informasi yang dihimpun, Desi ditangkap pemilik toko yakni Rudi, curiga akan gerak-gerik Desi yang saat itu sedang berbelanja di toko miliknya.

Kecurigaan tersebut membuat ia pun mendekatinya, tak pelak saat di periksa dari dalam kantong plastik yang dibawahnya, pemilik toko menemukan kipas angin mini sudah berada di barang bawaanya.

"Awalnya saat curiga pak, karena gerak gerik Desi mencurigakan, lalu saya dekati."

"Nah saat di periksa ditemukan kipas angin mini lalu saya melapor ke petugas polisi bersama petugas kami bawa kesini," ungkapnya saat di temui di Polrestabes Palembang.

Dinyatakan Sembuh, Kini Muaraenim Zero Positif Covid-19

Cerita Penjual Sate Padang di Palembang Jualan di Tengah Covid-19 : Laku Satu Porsi Saja Syukur

Tangani Covid, Herman Deru Pantau Perbatasan Sumsel - Bengkulu hingga Jambi

Sedangkan, Desi hanya bisa menangis menyesali perbuatannya.

"Saya khilaf pak awal saya keluar rumah hendak membeli pakaian anak saya."

"Namun karena saya membawa uang Rp 100 ribu."

"Jadi hanya mau membeli kipas angin tersebut, tetapi saya hendak bayar saya lupo."

"Mungkin karena ini saya diamankannya," ungkap ibu anak 4 ini.

Lanjutnya, setelah tertangkap, Desi pun sempat mau mengganti kipas angin yang dicurinya dengan yang Rp 100 ribu.

Tetapi pemilik toko tidak mau menerima uangnya.

"Sempat mau saya ganti uang ( bayar-red) tetapi pemilik toko tidak mau menerima, dan memilih saya diserahkan ke polisi," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono membenarkan adanya seragam TSK pencurian.

"Hingga kini sedang kita periksa terkait aksi pencuriannya. Namun kerugiannya di bawa Rp 50 ribu, karena itu kita akan panggil keluarganya," katanya.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved