Momen 11 Tahun Lalu, Gawang Manchester United Dibobol Lionel Messi di Liga Champions

Pada hari ini, 11 tahun silam, tepatnya 27 Mei 2009, Lionel Messi mencetak sebuah gol sundulan spektakuler di pentas final Liga Champions.

TWITTER.COM/LEOOMESSI10I
Pergerakan Lionel Messi coba dicegat oleh Toni Kroos pada pertandingan El Clasico di Stadion Camp Nou, Rabu (18/12/2019). 

SRIPOKU.COM -- Pada hari ini, 11 tahun silam, tepatnya 27 Mei 2009, Lionel Messi mencetak sebuah gol sundulan spektakuler di pentas final Liga Champions.

Gol sundulan spektakuler La Pulga, julukan Lionel Messi dicetak dalam laga Barcelona vs Manchester United di final Liga Champions musim 2008-2009.

Bertanding di Stadion Olimpico Roma, klub berjuluk Blaugrana itu berhasil menang dengan skor 2-0 atas Manchester United.

Dua gol kemenangan Barcelona arahan pelatih Pep Guardiola saat itu dicetak oleh Samuel Eto'o pada menit ke-10 dan Lionel Messi di menit ke-70.

Pada laga final tersebut, Lionel Messi mencetak gol yang benar diluar dugaan.

Pemain asal Argentina itu mencetak gol melalui sundulan di babak kedua setelah menerima umpan silang yang dilepaskan Jenderal lapangan tengah saat itu, Xavi Hernandez.

Pilkada Serentak di Musirawas, KPU Musirawas Tunggu Petunjuk Teknis KPU RI

Sering Jadi Sasaran Cemoohan Fans Los Blancos, Gareth Bale Sempat Tak Percaya Diri

Ada Warganya Positif Covid-19, Status PALI Kini Berubah Jadi Zona Kuning, Perketat Pengawasan

Messi saat itu berhasil menyelinap di antara Rio Ferdinand dan John O'Shea. Bahkan gol dari sang pemain berkaki kidal tersebut membuat Van der Sar melongo dan Ferdinand terkesima.

Gol kedua yang dicetak Messi berhasil memastikan Barcelona mengunci gelar Liga Champions musim 2008-2009, sekaligus membawa Barcelona meraih trofi Liga Champions yang ketiga setelah tahun 1992 dan 2006.

Melansir dari berita Kompas.com pada 2017, Lionel Messi menyebut bahwa golnya ke gawang Manchester United di laga final Liga Champions musim 2008-2009 merupakan salah satu gol favorit sepanjang kariernya sebagai pesepak bola profesional.

"Sulit membanyangkan saya mencetak gol dengan kepala karena Rio Ferdinand berdiri berdekatan, meskipun tidak memberikan pengawalan ketat," kata Messi.

"Gol itu tergolong penting. Setelah melewatkan final 2006 karena cedera, saya merasakan pengalaman spesial dengan melakoni laga tersebut dan mecnetak gol. Itu masih menjadi salah satu gol favorit saya," ucap dia.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved