CERITA Satu Keluarga Asal China Terjebak di Pulau Terpencil Samudra Hindia, Berkah yang Tersembunyi

Warga Beijing China ini berencana berlibur bersama keluarga selama dua pekan di Pulau La Digue, pulau terbesar ketiga di Kepulauan Seychelles

IST
Yang dan keponakannya menikmati pantai dan di Pulau La Digue Seychelles (scmp) 

SRIPOKU.COM - Rex Yang (33) tiba di Kepulauan Seychelles pada akhir Januari 2020.

Warga Beijing China ini berencana berlibur bersama keluarga selama dua pekan di Pulau La Digue, pulau terbesar ketiga di Kepulauan Seychelles, di Samudra Hindia.

Namun lockdown akibat pandemi Covid-19 mengubah semuanya.

Tapi kemudian terpaksa diperpanjang lagi karena bandara internasional Seychelles ditutup akibat pandemi Covid-19.

Sebelum pandemi Covid-19, Yang bersama ibu, saudara perempuan dan keponakannya menikmati cuaca yang nyaman di La Digue, hutan yang rimbun, dan pantai yang masih asli.

“Kami bangun jam 7.30 pagi. Kami memasak dan makan sarapan, ” kata Yang seperti dikutip tri bun-medan.com dari South China Morning Post.

“Setelah itu, seluruh keluarga akan menghabiskan dua jam di pantai, memberi makan kura-kura raksasa Aldabra dan menikmati ombak. Setelah tidur siang, kami akan kembali ke pantai dan menikmati matahari terbenam yang indah di atas Samudera Hindia. ”

14 Maret, kasus Covid-19 pertama dilaporkan di Seychelles.

Untuk membendung wabah, pemerintah dengan cepat memberlakukan langkah-langkah menjaga jarak sosial, menutup sekolah-sekolah dan toko-toko yang menjual barang-barang yang tidak penting, dan melarang orang asing memasuki dan meninggalkan negara itu.

Pantai telah ditutup sejak awal April, yang sempat membuat frustasi Yang.

Halaman
1234
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved