Breaking News:

Berita Musirawas

Penanganan Covid-19, Pemkab Musirawas Anggarkan Rp133,7 Miliar, Kini Baru Terserap Rp4,5 Miliar

Dari jumlah tersebut, baru terealisasi sebesar Rp4,5 miliar yang digunakan untuk kesehatan, jaring sosial dan penanganan dampak ekonomi, yang mencakup

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Ketua Unit Logistik Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Rawas, H Aidil Rusman. 
Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Untuk penanganan Covid-19, Pemkab Musirawas menganggarkan dana dengan total sebesar Rp133,7 miliar.
Dari jumlah tersebut, baru terealisasi sebesar Rp4,5 miliar yang digunakan untuk kesehatan, jaring sosial dan penanganan dampak ekonomi, yang mencakup tiga instruksi presiden.
Demikian dikatakan Ketua Unit Logistik Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Rawas, H Aidil Rusman.
Adapun rincian penggunaan anggaran sebesar Rp4,5 miliar tersebut ujarnya, adalah berupa belanja tak terduga seperti untuk bidang kesehatan sebesar Rp2,02 miliar yang digunakan untuk pembelian alat kesehatan mulai dari Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan lainnya.
Selanjutnya Rp2 miliar digunakan Dinas Sosial untuk membangun jaring sosial dan penanganan dampak ekonomi dengan penyaluran bantuan sosial (Bansos) di tahap pertama untuk 19.900 kepala keluarga (KK).
“Untuk Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp 200 juta digunakan untuk kegiatan penyemprotan Disinfektan di 14 kecamatan.
Hal ini sudah dilakukan dua putaran. Kemudian untuk operasional posko dan petugas BPBD.
Kemudian Rp280 juta diperubtukkan 14 kecamatan yang juga digunakan untuk pencegahan dini dalam penanggulangan covid-19,” kata H Aidil Rusman.
Adapun untuk tahap atau putaran kedua kata H Aidil Rusman, Pemkab Musirawas menyiapkan anggaran sebesar rp87,16 miliar dari total yang dianggarkan tersebut.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk bantuan sosial, pembelian alatbkesehatan, pengadaan alat radiologi, biaya operasional RSUD dr Sobirin dan menyiapkan RS Muara Beliti untuk dijadikan sebagai fasilitas darurat atau ruang isolasi.
“Termasuk juga ventilor ruang isloasi dan tempat tidur, kemudian penyiapan tempat karantina di Wisma Silampari dan Hotel Cozy untuk warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), baik biaya hotel, biaya makan dan vitamin untuk orang dikarantina,” katanya.
Sedangkan untuk tahap ketiga nantinya ungkap H Aidil Rusman, Pemkab Musirawas menyiapkan anggaran sebesar Rp41,7 miliar untuk belanja tidak terduga yang dicadangkan.
Namun penggunaannya melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Musirawas, baik untuk bidang kesehatan, jejaring sosial dan dampak ekonomi.
“Selain itu, kalau pemerintah pusat menggratiskan tagihan PLN, maka Pemkab Musirawas mengambil kebijakan untuk penggratisan tagihan PAM selama tiga bulan (April, Mei dan Juni) untuk 32.323 sambungan rumah (SR) dengan kategori rumah tidak mampu.
Dimana tagihan tersebut ditalangi oleh Pemkab Musirawas yang dibebankan dalam dana penanganan Covid-19,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved