Breaking News:

Peraturan Selebrasi di Liga China, Pelukan Diganti Tepuk Tangan

Sebelum musim kompetisi 2020-2021 dimulai, Asosiasi Sepak Bola China (CFA) sudah mematok peraturan ketat bagi para pemain.

OLI SCARFF/AFP
Penyerang Chelsea, Alexandre Pato, merayakan gol ke gawang Aston Villa, pada laga Premier League di Stadion Villa Park, Sabtu (2/4/2016). 

SRIPOKU.COM -- Sebelum musim kompetisi 2020-2021 dimulai, Asosiasi Sepak Bola China (CFA) sudah mematok peraturan ketat bagi para pemain.

Peraturan itu sudah barang tentu berkait dengan pandemi Virus Corona.

"Tidak ada saling berpelukan kemenangan. Yang ada hanya tepuk tangan," kata pernyataan CFA menyangkut dimulainya Liga Super China (CSL).

CFA mengakui belajar banyak dari dimulai kembalinya kompetisi Liga Korsel dan Liga Jerman pada pekan lalu.

CSL juga akan digelar di stadion tanpa kehadiran penonton.

"Secara berkala, nantinya penonton baru bisa diizinkan masuk stadion," kata pernyataan CFA.

Di stadion, menurut aturan CFA, penonton akan duduk berjarak satu sama lain.

Jarak itu sekitar satu meter.

Pemain pengganti, sebelum masuk stadion diwajibkan memakai masker.

Tak cuma itu, peraturan ketat juga berlaku berkenaan dengan pemain yang menggandeng anak kecil masuk ke lapangan saat laga dimulai.

"Hal itu tidak diperkenankan," kata CFA.

Peraturan juga melarang saling berjabatan tangan, foto dalam kelompok, dan aktivitas yang memunculkan kerumunan.

Foto jurnalistik hanya bisa dilakukan dari belakang garis gawang maupun dari belakang garis samping.

 
 
 
Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved