Virus Corona di Sumsel

Tambah Satu Positif Covid-19, Ogan Ilir Menjadi Peringkat Ketiga Terbesar Jumlah Positif Covid-19

dengan 41 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Ogan Ilir menjadikan Bumi Caram Seguguk berada di urutan ketiga jumlah terbesar positif Covid-19.

Sripoku.com/ Antoni
Ilustrasi Virus Corona di Sumsel 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir kembali mengalami peningkatan.

Dimana, satu orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik menjadi pasien terkonfirmasi positif.

"Perempuan berusia 13 tahun, alamat Tanjung Raja," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir, Wahyudi saat dikonfirmasi Selasa (19/5/2020).

Ia melanjutkan, saat ini masih dipelajari kronologis dan riwayat pasien tersebut. Karena ia sebelumnya berstatus PDP, dan dinyatakan positif setelah dilakukan SWAB.

"Sekarang sedang dipelajari kronologisnya," tegasnya.

Perempuan berusia 13 tahun itu menambah jumlah pasien terkonfirmasi dari Kabupaten Ogan Ilir. Sehingga per Selasa (19/5/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Ogan Ilir menjadi 41 orang.

Dua Pasien Covid-19 di RSUD Ogan Ilir Sempat Nongkrong di Luar Rumah Sakit Terekam Video

Satuan Gugus Tugas Covid-19 Muba Keluarkan Surat Edaran, Sholat Ied dan Takbiran di Rumah Saja

Gubernur Herman Deru Serahkan Ribuan Logistik Penanganan Covid-19 untuk 17 Kabupaten/Kota dan 7 RS

Jumlah itu membawa Kabupaten Ogan Ilir menjadi peringkat 3 besar, setelah Palembang (351 kasus) dan Lubuklinggau (47 kasus). Data itu didapat dari dinkes.sumselpemprov.go.id update Selasa, 19 Mei 2020.

Saat disinggung apakah Gugus Tugas Covid-19 Ogan Ilir akan mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat sudah banyak kasus transmisi lokal, Wahyudi belum memberikan jawaban gamblang.

Wahyudi mengatakan, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam telah menginstruksikan para Camat se-Kabupaten Ogan Ilir, Posko Desa dan Tokoh Agama untuk terus melakukan sosialisasi pemahaman akan pentingnya menerapkan protokoler keseharan dalam kehidupan sehari-hari.

"Dan merapatkan barisan dalam pengawasan masyarakat yang pulang kampung, harus menerapkan protokol kesehatan dengan isolasi mandiri, serta memfokuskan RSUD dalam penanganan wabah Covid-19 ini," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved