Breaking News:

Human Interest Story

Kisah di Balik Perang Lawan Covid-19 di Wuhan, Tutupi Fakta hingga Pemecatan Pejabat

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan lebih dari 82 ribu kasus Covid-19 dan 4.633 kematian.

Editor: Soegeng Haryadi
CHINADAILY/Ke Hao
Pelajar tingkat lanjutan atas ( SLTA ) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, kembali ke sekolah hari Rabu (6/5/2020). Lebih dari 50 ribu siswa sudah kembali menjalani proses belajar. 

Dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah pusat, termasuk Perdana Menteri China Li Keqiang, pada hari yang sama, ia mengusulkan lockdown di Wuhan untuk membendung penyebaran virus.

Langkah itu belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah pusat melakukan karantina wilayah di Wuhan pada 23 Januari, kemudian membatalkan semua penerbangan, kereta api dan bus , serta memblokir pintu masuk jalan raya utama.

Dalam sebuah wawancara dengan CCTV pada 27 Januari, Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang mengakui pemerintahnya tidak mengungkapkan informasi tentang virus corona kepada publik secara tepat waktu.

“Sebagai pemerintah daerah, kami hanya dapat mengungkapkan informasi setelah diberi wewenang,” katanya.

Pada Februari, China memecat beberapa pejabat senior di tengah kritik yang meluas terhadap penanganan wabah oleh pemerintah setempat.

Mereka yang dipecat termasuk dua pejabat yang bertanggung jawab atas Komisi Kesehatan Provinsi, serta Ketua Partai Komunis China di Wuhan dan Provinsi Hubei, menurut Kantor Berita Xinhua.

Meski mengakui adanya upaya menutupi kondisi sebenarnya di masa awal wabah, Zhong menolak tuduhan statistik resmi China tidak dapat diandalkan. Presiden AS Donald Trump telah secara terbuka mempertanyakan akurasi angka kematian China.

Tetapi Zhong mengatakan pemerintah Cina telah belajar dari kasus SARS 17 tahun alu, ketika menutupi fakta selama dua atau tiga bulan.

“Pemerintah pusat telah memerintahkan semua departemen harus melaporkan fakta sebenarnya. Jika tidak melakukan perintah itu, akan dihukum. Jadi sejak 23 Januari, saya pikir semua data adalah benar,” tambahnya.

Mengenai tuduhan virus corona berasal dari laboratorium virology di Wuhan, Zhong menolaknya. Dia mengatakan telah berulang kali bertanya kepada Shi Zhengli, pemimpin virologi dari Institut Virologi Wuhan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved