Breaking News:

Human Interest Story

Kisah di Balik Perang Lawan Covid-19 di Wuhan, Tutupi Fakta hingga Pemecatan Pejabat

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan lebih dari 82 ribu kasus Covid-19 dan 4.633 kematian.

Editor: Soegeng Haryadi
CHINADAILY/Ke Hao
Pelajar tingkat lanjutan atas ( SLTA ) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, kembali ke sekolah hari Rabu (6/5/2020). Lebih dari 50 ribu siswa sudah kembali menjalani proses belajar. 

“Kami menghadapi tantangan besar, itu (China) tidak lebih baik daripada negara-negara asing. Mereka tidak suka mengatakan yang sebenarnya,” tambah Zhong.

Zhong dikenal sebagai “pahlawan SARS” di China karena memerangi epidemi sindrom pernafasan akut yang parah pada 2003.

Eropa  dan AS Bersatu Bakal Bongkar Misteri Laboratorium di Wuhan

Kali ini, ia telah memimpin tim penanggulangan virus coron negara itu, terutama pada tahap kritis awal wabah.

Pada 20 Januari 2020, Zhong menyatakan virus corona dapat ditularkan dari orang ke orang, padahal sebelumnya otoritas kesehatan Wuhan selam berminggu-minggu bersikeras menyebut tak ada bukti penularan dari manusia ke manusia.

Otoritas kesehatan di Wuhan juga menyebut wabah itu dapat dicegah dan dikendalikan. Sebagai anggota tim ahli yang dikirim NHC untuk menyelidiki wabah awal, Zhong mengunjungi Wuhan pada 18 Januari.

Dia mengatakan banyak mendapat telepon dari dokter dan mantan mahasiswa, memperingatkan situasinya jauh lebih buruk daripada laporan resmi.

“Pemerintah setempat, mereka tidak suka mengatakan yang sebenarnya pada waktu itu. Pada awalnya mereka diam, dan kemudian saya berkata mungkin kita memiliki (lebih banyak) orang yang terinfeksi,” kenang Zhong.

Pejabat dipecat
Ia curiga ketika jumlah kasus yang dilaporkan secara resmi di Wuhan tetap pada angka 41 selama lebih dari 10 hari. Padahal saat itu infeksi Covid-19 sudah muncul di luar China.

“Saya tidak percaya hasil itu, jadi saya (terus) bertanya. Saya minta mereka memberi saya angka sebenarnya. Kurasa mereka sangat enggan menjawab pertanyaanku.”

Kematian Akibat Virus Corona  di Wuhan Naik 50%! Setelah Lockdown Dibuka

Di Beijing dua hari kemudian, pada 20 Januari, ia diberi tahu jumlah kasus di Wuhan menjadi 198, tiga orang meninggal, dan 13 pekerja medis terinfeksi.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved