Ramadhan Pelipur Duka

Suasana Ramadhan tahun 1441 H/2020 M ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ka­rena pada tahun ini, suasana Ramadhan di tengah wabah pandemi.

 Ramadhan Pelipur Duka
ist
H. ABDUL RAHMAN ROMLI, S.Ag, M.Pd.I

Oleh : H. ABDUL RAHMAN ROMLI, S.Ag, M.Pd.I

Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Selatan

Suasana Ramadhan tahun 1441 H / 2020 M ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ka­rena pada tahun ini, suasana Ramadhan di tengah wabah pandemi.

Dimana, masker menjadi se­suatu yang lazim dan alami, Covid-19 pun berdampak merusak tatanan ekonomi, memba­tas­i kerumunan dan berkumpul silaturrahmi, bahkan menjaga jarak physical distancing antara istri dan suami, demi kemaslahatan bersama yang mengilhami, agar wabah Virus Corona meng­hilang dari bumi.

Bulan Ramadhan dalam setiap kedatangannya, penuh dengan keberkahan dan ‘amaliah is­lam­i, menggeliat kebaikan-kebaikan yang bertabur penuh rahmat yang bersemi, Ramadhan men­jadi pelipur duka, penghibur jiwa.

Pengobat hati yang sedih. “Ataakum Romadhonu Syah­run Mubarokun” (Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan keberkahan) (H.R A-Nasaa’i).

Bahkan Sahabat Rasul SAW yang mulia Salman Al-Farisi r.a. menjadi saksi/menyaksikan ke­tika Rasulullah berkhutbah di hadapan para sahabat beliau di penghujung bulan Sya’ban : “Ya Ayyuhannas innahu qod azhollakum syahrun mubarok” (Wahai manusia, telah datang ke­­padamu bulan yang diberkati) (H.R. Baihaqi dari Harist bin Usamah dan Ibnu Huzaimah).

Laksana Universitas unggulan, Ramadhan memberikan berbagai pelatihan, pendidikan dan pembinaan (fisik dan mental) manusia serta menjadikan mereka Muttaqin, sangat spesial, ha­nya dikhususkan kepada “mahasiswa-mahasiswa” yang “Amanu” (mempunyai kapasitas ber­iman) saja, prosedur itu dinyatakan dengan statement “Ya Ayyuhalladzina Amanu” (Wahai o­ra­ng-orang yang beriman).

Tingkatan Mu’min lebih tinggi dari level Muslim (hanya Islam sa­ja), buktinya adalah pada saat A’rab (orang-orang Arab Badui) berkoar dan menyatakan “A­ma­nna” (kami telah beriman), lalu mereka justru harus merevisi ungkapan mereka, bahwa me­­reka belum sampai pada tingkat beriman tapi baru hanya pada level muslim karena iman be­lum masuk ke dalam hati mereka (lihat Q.S. Al-Hujurat : 14).

Hanya orang yang mem­pu­nyai kualifikasi beriman saja yang akan mendapat gemblengan, training serta berbagai bonus pa­hala dari Allah SWT di bulan Ramadhan yang barokah ini.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved