Liga Inggris

Gary Neville: Degradasi Liga Inggris Berdasarkan Poin per Laga Tidak Adil Terutama di Zona Degradasi

Namun, sebelum ide tersebut dibahas, sudah ada pihak yang menolak sistem itu diterapkan di Liga Inggris.

WHATCULTURE.COM
Gary Neville 

SRIPOKU.COM - Mantan kapten Manchester United, Gary Neville merasa tidak adil jika degradasi di Liga Inggris ditentukan melalui poin per pertandingan.

Para pemangku kepentingan serta klub telah berkali-kali melakukan pertemuan untuk membahas upaya agar Liga Inggris dimulai lagi.

Beberapa hal dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah membatalkan Liga Inggris 2019-2020 dan menentukan siapa yang juara dan yang terdegradasi melalui sistem poin per pertandingan.

Tak Ada Natasha Wilona, Ini 5 Artis Cantik Favorit Kevin Sanjaya,termasuk Dian Sastrowardoyo

Impian Wonderkid 18 Tahun Asal Indonesia Pupus Gabung Arsenal,Karena Aturan FIFA

Keinginan Egy Maulana Vikri untuk bermain di Liga Inggris Terkendala Aturan Pemerintah Inggris

Sebelumnya, cara tersebut telah diterapkan di Liga Prancis, yang memutuskan menghentikan musim ini setelah Perdana Menteri Edouard Philippe melarang acara besar termasuk olahraga sampai bulan September.

Sistem menentukan klasemen akhir menggunakan poin per pertandingan pun kabarnya akan diterapkan di Liga Inggris apabila tidak ada jalan untuk merampungkan musim.

Namun, sebelum ide tersebut dibahas, sudah ada pihak yang menolak sistem itu diterapkan di Liga Inggris.

Orang yang menolak gagasan itu adalah mantan kapten Manchester United, Gary Neville.

Jika musim ini berakhir dan posisi klasemen perlu diputuskan, Neville yakin putusan poin per pertandingan tidak akan terasa adil, khususnya untuk klub yang berada di zona degradasi: Bournemouth, Aston Villa dan Norwich City.

"Saya ragu akan adanya rasa adil jika degradasi ditentukan dengan poin per pertandingan," ujar Neville seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Saya pikir jika Liga Inggris dimulai lagi, akan baik untuk tim yang mencari promosi dan menghindari degradasi."

"Tetapi, terlalu banyak yang dipertaruhkan apabila menentukan degradasi berdasarkan poin per pertandingan mengingat masih banyak laga yang harus dimainkan dan juga persaingan di tiga terbawah masih sangat ketat."

"Sekali lagi saya tegaskan, tidak akan adil menentukan degradasi berdasarkan poin per pertandingan."

"Akan buruk untuk terpuruk ke dasar klasemen, namun akan lebih buruk jika mereka tidak bisa membela diri sementara masih ada pertandingan yang bisa dimenangi," kata Neville menambahkan.

Sumber : Bolasport

Editor: Adrian Yunus
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved