Berita OKU

Diduga Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditahan Kejari OKU, Terduga Mengaku Kesalahan Administrasi

Mantan Kades Pedataran, Khairudin (40) resmi menjadi tahanan jaksa Kejaksaan Negeri OKU dengan tuduhan dugaan melakukan korupsi dana desa

Penulis: Leni Juwita | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Leni Juwita
Terduga Khairudin (Tengah) saat di Kejari Baturaja OKU. 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Mantan Kades Pedataran, Khairudin  (40) resmi menjadi tahanan jaksa Kejaksaan Negeri OKU dengan tuduhan dugaan melakukan korupsi dana desa Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 404.000.000.

Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU)  Bayu Pramesti SH kepada awak media mengatakan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara tahap 2  (dua)  atas nama tersangka Khairudin (47) mantan Kades Pedataran Kecamatan Ulu Ogan dari Polres OKU pada hari Rabu, (6/5/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Paramesti didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Johan Ciptadi SH menjelaskan, perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 404.000.000.

Nilai kerugian keuangan negara tersebut berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Mantan Kepala Desa (Kades) Khairudin saat ini sudah menjadi tahanan jaksa yang dititipkan di Rumah Tahan Negara (Rutan) Baturaja.

Untuk sementara waktu penahanan terhadap tersangka Khairudin dititip di Rutan Baturaja sambil menunggu koordinasi dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk dipindahkan penahanannya ke Palembang karena di tengah pandemi Covid-19.

Anjing Gila Teror Warga Tanjungenim, Gigit Anak Kecil Yang Sedang Main HP di Rumah

Masuk Zona Merah, Pemkab Banyuasin Perketat Aturan Masuk Wilayah Banyuasin

Disambar Petir Rumah Warga di Muba Ludes Terbakar

Dikatakan  Kajari, penahanaan terhadap tersangka tetap memperhatikan prosedur protokol kesehatan yang dianjurkan saat pandemi Copid-19. 

Apabila semua berjalan baik, penahanan tersangka khairudin akan dipindahkan ke Rutan di Palembang,

Tersangka  ketika dimintai keterangannya mengatakan, dana tersebut sudah dibangunkan sesuai petunjuk pelaksanaan.

Menurut mantan Kades Pedataran  semua dana itu sudah dibangunkan, namun ada kesalahan administrasi saja, ( eni) 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved