Breaking News:

Berita Palembang

TERINSPIRASI dari Nama Masjid, Dagangan Penjual Dimsum di Palembang Ini Laris Manis, Biar Berkah!

Melati dan suaminya, Tri Wiji berbagi pengalamannya mengelola usaha Al-Ahya Dimsum, dari nol hingga banjir orderan pada Bulan Ramadhan saat ini.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/MAYA Citra Rosa
Tri Wiji, mulai usaha Al-Ahya Dimsum, mulai dari nol hingga banjir orderan 

Akhirnya, dia memilih untuk berjualan secara online, melalui media sosial Facebook dan marketplace.

Respon dari para pelanggan pun mulai berdatangan, menurutnya berjualan online ternyata lebih baik daripada menitipkannya di warung.

Berkat keahlian suami, Tri Wiji sebagai seorang juru masak di salah satu restoran, berbagai jenis dimsum mulai dicoba untuk dibuat dengan resep khusus.

Usaha yang dimulai dari kecil tersebut, mulai membuahkan hasil.

Kini, setidaknya Melati sudah punya satu stand Al-Ahya Dimsum sendiri yang berada di dekat rumahnya. Omset yang didapat selama satu bulan terakhir pun mencapai 6 juta rupiah.

"Saya ingin usaha ini bukan hanya untuk sehari-hari saja, tapi sebagai tabungan pendidikan anak nantinya," ujarnya.

Dalam proses pembuatan dimsum, Melati selalu memperhatikan kualitas bahan-bahan, seperti adonan ayam, toping, hingga saos yang berkualitas premium.

"Kami juga sangat menjaga kualitas ukuran dimsum, menyamakan dengan ukuran dimsum yang ada di restoran," ujarnya.

Selain persaingan dalam dunia usaha, Melati juga mendapatkan banyak pengalaman sebagai pengusaha pemula, sampai mempertahankan agar usaha Al-Ahya Dimsum semakin berkembang.

Sudah biasa jika dalam Bulan Ramadhan persaingan usaha semakin ketat, karena semakin banyak orang untuk mencari uang tambahan.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved