Breaking News:

Berita Palembang

TERINSPIRASI dari Nama Masjid, Dagangan Penjual Dimsum di Palembang Ini Laris Manis, Biar Berkah!

Melati dan suaminya, Tri Wiji berbagi pengalamannya mengelola usaha Al-Ahya Dimsum, dari nol hingga banjir orderan pada Bulan Ramadhan saat ini.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/MAYA Citra Rosa
Tri Wiji, mulai usaha Al-Ahya Dimsum, mulai dari nol hingga banjir orderan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dimsum, siapa yang tidak kenal makanan khas China khususnya Hongkong ini.

Dimsum yang berasal dari bahasa Kantonis yang artinya 'makanan kecil' ini, terbuat dari kulit pangsit dengan isian berbagai panganan, seperti daging ayam, udang, kepiting dan sebagainya.

Cara memasaknya pun dengan dua macam, bisa digoreng atau dengan dikukus.

Melati dan suaminya, Tri Wiji berbagi pengalamannya mengelola usaha Al-Ahya Dimsum, dari nol hingga banjir orderan pada Bulan Ramadhan saat ini.

Nama Al-Ahya Dimsum, dia ambil dari nama masjid yang menjadi tempat tinggal Melati dan keluarga, yang berada dalam satu kompleks Masjid Al-Ahya, terletak di Jl. R.A. Abusamah No.2332 A, Suka Bangun, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151.

"Kita ambil namanya dari masjid, biar berkah," ujarnya.

Awalnya membuka usaha dimsum, Melati seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak ini, merasa bosan karena aktivitasnya sehari-hari yang tidak begitu produktif.

Dia mencoba untuk membuat lumpia ayam yang kemudian dititipkan ke warung dekat rumahnya.

Namun, usaha awalnya tersebut kurang begitu maju, terkadang satu box lumpia ayam tidak selalu habis.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved