59 Ribu Debitur Ajukan Restrukturisasi Kredit, 13.621 Dengan Nominal Rp1.55 Triliun Sudah Disetujui

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Untung Nugroho mengatakan restrukturisasi kredit merupakan upaya pemerintah memberikan kelonggoaran

Istimewa
Update Covid-19 di Sumsel Hari Ini: Ada Bayi Tiga Bulan, Satu dari 12 Kasus Tambahan Di Lubuklinggau 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan mencatat 59.542 debitur mengajukan restrukturisasi kredit ke perbankan hingga 27 April.

Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak  13.621 debitur dengan nominal Rp1.55 triliun yang sudah disetujui atau 30 persen dari total debitur yang mengajukan restrukturisasi kredit.

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Untung Nugroho mengatakan restrukturisasi kredit merupakan upaya pemerintah memberikan kelonggoaran kredit kepada masyarakat yang terkenda dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Restrukturisasi kredit harus diajukan oleh debitur dan akan dinilai apakah layak mendapatkan keringanan atau tidak, bukan otomatis langsung direstrukturisasi," ujarnya, Sabtu (9/5/2020).

Sementara itu Pimimpin Wilayah BNI Palembang Dodi Widjajanto mengatakan Pandemi Virus Corona juga berdampak terhadap perbankan dan BNI mendukung program pemerintah melakukan restrukturisasi kredit untuk membantu sektor usaha rakyat agar perekonomian tetap berjalan.

Kasus Positif Covid-19 di Lahat Bertambah 5 Orang, Jumlah Total Jadi 6 Orang

Pasca Tandai Rumah Warga Penerima Bantuan Covid-19, Camat Paiker Mulai Salurkan 1.842 Paket Bantuan

Tertunda Selama Lockdown, Liga Italia Harus Selesaikan 114 Laga Musim Ini

Namun bagi sektor usaha yang tidak terdampak langsung diharapkan bisa tetap memenuhi kewajibannya membayar angsuran.

Restrukturisasi kredit yang diberikan BNI yakni bebas bunga KUR selama enam bulan ke depan dan pokok angsuran juga ditangguhkan enam bulan ke depan.

"BNI Palembang sudah menyetujui 15 ribu debitur yang terdampak Corona dengan jenis pinjaman Rp 500 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar, khusus di Sumsel enam ribu debitur yang sudah disetujui," ujarnya.

Hingga kini masih ada sejumlah debitur yang mengajukan restrukturisasi kredit dan hanya diberikan kuota 70 persen dari kuota KUR yang ada sehingga debitur yang duluan mengajukan dan sesuai kriteria akan langsung disetujui.

"Kami dari perbankan pasti akan terus support kepada nasabah karena kami bank pasti tidak akan bisa bisnis kalau nasabahnya juga tidak berkembang bisnisnya. Tentu tidak akan semua bisa dibebaskan atau dihilangkan biaya transaksinya karena bank tetap perlu biaya untuk operasional Bank. Namun degan kemajuan teknologi transaksi akan semakin efisien, cepat, akurat tapi tetap aman," tutup Dodi.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved