Banjir Bandang di OKU Selatan

Tiba-Tiba Warga di OKU Selatan Berhamburan Keluar Rumah, 956 KK Terkena Dampak Banjir Bandang

"Yang terutama tentunya kita mengevakuasi pada warga yang terdampak terutama yang berada dipinggir sungai yang rumahnya sudah terendam

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Banjir Bandang : Banjir Bandang di Kabupaten OKU Selatan, Jumat (8/5/2020). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA-Meluapnya aliran Sungai Saka akibat curah hujan yang lebat di bagian hulu muara sungai di wilayah Kecamatan Kisam Tinggi mengakibatkan Sungai Komering aliran Sungai Saka Selabung meluap dan merendam rumah yang dihuni ratusan Kepala Keluarga.

Banjir dimulai saat Air sungai mulai mengalami pasang Kamis malam sekitar 23.00 WIB dan mengalami puncak pasang sekitar pukul 02.30 WIB, membuat warga yang berada dibantaran sungai berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri, hingga pukul 07.30 WIB, perlahan berangsur surut.

Terdapat 4 Kecamatan di Kabupaten OKU Selatan yang diterjang banjir Bandang, meliputi Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) Kecamatan Muaradua, Buana Pemaca dan Kecamatan Simpang.

Sementara ini terdata 956 keluarga terkena dampak banjir bandang yang bermukim di disekitaran bantaran sungai, terdata di wilayah Kecamatan Muaradua, Kampung Rengas 25 KK, Kampung Serdang 21 KK Simpang Pedagan 12 , Talang Bandung Bawah 9 KK, Pasar Lama 6 KK, Kampung Masjid 10 KK, Tangsi 107 KK.

Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) Negeri Batin 56 KK, Negeri Agung 14 KK, Madura 8 KK, dan terdata 1 unit jembatan Gantung di Desa Negeri Agung menuju Desa Datar mengalamj putus serta 30 ekor hewan ternak kambing yang terdampak banjir Bandang.

Sementara itu, Kecamatan Buana Pemaca Bandar 26 KK, Tanjung Beringin 86 KK, Tekana 107 KK, Jagaraga 68 KK, Damarpura 260 KK dan diwilayah Kecamatan Simpang di Wilayah Desa Lubar 25 KK, 105 KK dan Desa Karang Agung 7 KK dan Kecamatan Kisam Ilir terdapat 4 KK.

Detik-detik sungai meluap diceritakan Susan (32) seorang ibu yang tinggal di lingkungan wilayah Tangsi Lontar atau Tangsi Bawah kelurahan Batu Belang Kecamatan Muaradua yang berupaya menyelamatkan putranya yang masih berusia 2 tahun dari terjangan banjir.

"Pokoknya yang terpenting menyelematkan anak dahulu, barang-barang nanti, yang penting anak aman dan selamat,"ujar Susan yang tinggal kisaran berjarak 10 meter dari aliran air Sungai Saka Selabung, (8/5/2020).

Dikatakannya, gelombang air terdengar mengalir deras mulai sekitar pukul 23.00 dengan cepat memasuki tiap rumah-rumah warga hingga saat puncak sungai pasang sekitar pukul 02.30 WIB yang setinggi 2 meter.

Sehubungan dengan musibah tersebut, Pemerintah Daerah, Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo B, Commerce didamping BPBD OKU Selatan dan Camat Muaradua cepat tanggal terhadap korban banjir bandang dengan melakukan evakuasi terhadap korban yang terkena banjir dan menyiapkan posko penggungsian dan dapur umum pada warga terdampak banjir Bandang.

"Yang terutama tentunya kita mengevakuasi pada warga yang terdampak terutama yang berada dipinggir sungai yang rumahnya sudah terendam sehingga menimbulkan resiko, yang paling penting keselematan dulu, saat ini kita siapkan posko pengungsian dan dapur umum," ujar Popo Ali.

Ditambahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Dony Agusta SKM, MM tidak terdapat korban jiwa pada musibah korban Banjir Bandang yang merendam ratusan rumah warga yang berada di bantaran sungai Komering.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kendati demikian satu unit jembatan gantung di Desa Negeri Agung putus, puluhan hewan ternak ikut hanyut terbawa arus sungai,"ujar Dony.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved