Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Kepala Bandara Silampari Lubuklingau Akui Belum Punya Protokol Kesehatan Covid-19 Selengkap Soetta

Seiring dengan dibukanya akses transportasi di tengah larangan mudik, Bandara Silampari Lubuklinggau mengonfirmasi dua maskapai siap terbang.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Sektor transportasi udara mulai terkena dampaknya, seperti okupansi penumpang di Terminal Bandara Silampari pun menurun drastis pasca virus ini semakin meluas. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Seiring dengan dibukanya akses transportasi di tengah larangan mudik, otoritas Bandara Silampari Lubuklinggau mengonfirmasi dua maskapai siap melakukan penerbangan.

Kepala Bandara Silampari, Mega Hardiansyah, melalui Kasubsi Tehnik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Tri Pono Basuki Wijiyanto, mengatakan keluarnya aturan kelonggaran itu artinya dua maskapai akan terbang dalam waktu dekat.

"Berdasarkan surat yang mereka masukkan berapa waktu lalu, dengan keluarnya aturan dari Kemenhub.

Artinya maskapai Wings Air sudah bisa terbang tanggal 10 Mei dan Batik Air tanggal 16 Mei," kata Tri saat dihubungi Tribunsumsel.com, Jumat (8/5/2020).

Video: Masih Pengantin Baru, Muncul Isu Bakal Ada Orang Ketiga Mengusik Kebahagiaan Zaskia Gotik

Sedangkan untuk maskapai Nam Air, hingga saat ini Bandara Silampari belum menerima konfirmasi lebih lanjut pasca mereka mengonfirmasi cancel penerbangan beberapa waktu lalu.

"Untuk Nam Air belum ada informasi lebih lanjut, apakah mau terbang atau tidak, sekarang belum ada kabarnya," ungkapnya.

Hanya saja, meskipun maskapai siap melakukan penerbangan, yang jadi pertanyaan saat ini apakah kedepan maskapai itu ada penumpangnya atau tidak.

Sebab dalam aturan Permenhub itu setiap penumpang harus sesuai dengan aturan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Airline mau, tapi penumpangnya ada tidak?.

Kalau pun penumpangnya PNS, Polri, atau TNI, harus ada izin pimpinan, keperluannya apa, sampai jadwalnya kepulanganya harus diketahui, termasuk jika ada keluarga meninggal harus ada keterangan dari RT setempat," terangnya.

Tak Ada Penukaran Uang Kecil Melalui Kas Keliling, BI Sumsel Tawarkan Masyarakat Skenario Ini

Ditambah, jika pesawat jadi terbang protokol kesehatan di Bandara Silampari Lubuklinggau belum memadai dan belum secanggih Bandara Soekarno Hatta, dimana semua protokol kesehatan disana sudah terpenuhi.

"Disitu kita susahnya, kita protokol kesehatannya itu belum memadai, kemarin nanya dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lubuklinggau apakah ada alat pengecek atau alat rapid test untuk penumpang, dia bilang tidak ada," ujarnya.

Ia pun berharap meskipun pihak maskapai sudah mau melakukan penerbangan, tapi biasanya yang jadi pertimbangan utama maskapai untuk terbang adalah jumlah penumpang.

"Biasanya kalau hanya 10 orang biasanya tidak mau terbang. Lagi pula kita tidak mau disalahkan kalau ada apa-apa, karena sekali lagi protokol kesehatan kita belum memadai," ungkapnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved