Breaking News:

Ramadan 2020

Viral Besok Terjadi Dukhan (Kabut Asap) sebagai Tanda Kiamat, Pimpinan Ponpes Zaadul Ma'ad: Itu HOAX

Kami menasihati kaum muslimin untuk bertakwa kepada Allah, tidak menebar berita hoax yang meresahkan, fokuslah untuk memaksimalkan Ramadan

SRIPOKU.COM
Ilustrasi Dukhan atau kabut asap 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hadis yang menerangkan akan terjadinya huru-hara pada 15 Ramadan 1441 Hijriah yang tahun ini bertepatan pada hari Jumat 8 Mei 2020 Masehi adalah hadis palsu yang didustakan.

Pimpinan Pondok Pesantren Ma'had Zaadul Ma'ad Talang Jambe Palembang, Ustaz Roni Nursyusmansyah, S.Sy mengatakan hal tersebut juga pernah dikomentari oleh Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al Maudhuat dan oleh banyak ahli hadis lainnya.

Hadis tersebut berbicara tentang suara keras di Jumat pertengahan Ramadan, tidak sama sekali berbicara tentang dukhan atau kabut asap.

Dia menjelaskan jika yang dimaksud adalah komet atau asteroid yang menabrak bumi maka ini sudah dibantah oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) bahwa hal itu tidak benar.

Karena asteroid yang dianggap menabrak bumi menurut pengamatan ahli hanya mendekat dan tidak menabrak bumi.

Dukhan atau kabut asap memang merupakan tanda hari kiamat yang wajib kita imani, akan tetapi tidak ada dalil yang menunjukkan akan datang di pertengahan Ramadan.

Jika pun terjadi, maka dukhan tidak membahayakan kaum muslimin sehingga tak perlu takut.

Seperti di dalam sebuah hadis mengatakan, "Dukhan yang jika mengenai orang mukmin maka dia akan merasakan seperti pilek." (HR. Thabrani).

"Broadcast tentang dukhan yang terjadi di hari Jumat tanggal 15 Ramadan itu tidak benar atau bisa kita katakan hoax," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved