Breaking News:

Cegah Terinfeksi Covid-19 dengan Aplikasi PeduliLindungi Milik PT Telkom, Begini Cara Kerjanya

General Manager Telkom Wilayah Komunikasi Sumsel, Hari Purwanto, mengatakan aplikasi ini milik Telkom yang diluncurkan 27 Maret lalu dan hingga 26 Apr

tribunsumsel.com/hartati
General Manager Telkom Wilayah Komunikasi Sumsel, Hari Purwanto menunjukkan aplikasi PeduliLindungi untuk memberiak informasi terkait Covid 19 di sekitar pengguna. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Telkom bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyediakan aplikasi PeduliLindungi untuk melacak penyebaran Covid-19 atau Virus Corona yang berada di sekitar kita .

General Manager Telkom Wilayah Komunikasi Sumsel, Hari Purwanto, mengatakan aplikasi ini milik Telkom yang diluncurkan 27 Maret lalu dan hingga 26 April lalu.

Kini, telah diunduh oleh lebih dari 3 juta pengguna secara nasional dan hingga kini penggunanya semakin bertambah.

Temui Kendala Baru, Bundesliga Terancam Gagal Kembali Bergulir

Hari mengatakan, aplikasi ini bekerja mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

Aplikasi PeduliLindungi akan mengumpulkan data yang diperlukan dari ponsel pengguna sambil mengaktifkan koneksi Bluetooth.

Ketika ada gadget lain dalam jangkauan Bluetooth yang juga terdaftar dalam PeduliLindungi, akan terjadi pertukaran informasi yang direkam oleh masing-masing perangkat.

Selanjutnya, PeduliLindungi akan mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pengawasan).

"Aplikasi ini akan langsung memberikan notifikasi bahwa lokasi penggunaan saat ini sebagai zona apa, dan apakah orang yang berinteraksi dengannya orang sehat atau ODP, PDP bahkan positif Covid 19 sehingga pengguna bisa lebih waspada," ujarnya, Selasa (5/5/2020).

Aplikais ini juga akan menunjukan lokasi pengguna berada apakah aman atau zona merah atau lainnya sehingga pengguna aplikasi bisa lebih waspada.

Penyaluran BLT di Sumsel Masih Minim, Baru 14 dari 2.853 Desa Baru Terima BLT Dana Desa

Aplikais juga akan memberikan informasi jika pasien positif Covid 19 keluar dari zona isolasi maksimal 300 meter maka apliaksinya akan memberikan notifikasi ke tim satgas pusat sehingga pasien positif ini akan diperingatkan untuk kembali ke tempatnya dan jangan keluar.

Begitu juga dengan penggunaan aplikasi saat menyalakan Bluetooth dan berkumpul dengan jarak dekat kurang dari satu meter lebih dari 10 orang maka akan langsung terdeteksi karena akan memberikan notifikasi bahwa adanya kerumunan massa.

Maka tidak satgas akan memerintahkan untuk membubarkan kerumunan tersebut.

29 Mei Penentuan Liga 1 Indonesia 2020, Akankah Persib Bandung Jadi Juara?

Aplikasi ini dklaim akurat 100 persen dengan catatan pengguna selalu mengaktifkan aplikasinya. Jika ingin menghemat baterai dan data maka apliaksi bisa diatur mode non aktivitas sementara waktu dan kembali diaktifkan saat akan digunakan.

Aplikasi ini juga aman dan menyimpan data pribadi penggunanya. Penggunaanya juga mudah cukup di download di app store atau google play dan isi nama lengkap juga nomor telpon saja.

"Aplikasi ini bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan notifikasi info Covid-19 di sekitarnya dan juga membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19," tutup Hari.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved