Pengumuman Kelulusan Via Zoom, 208 Lulusan SMK PP Negeri Sembawa Siap jadi Generasi Muda Pertanian

Kelulusan Tahun Ajaran 2019/2020 ditentukan dengan kriteria yang lain dari tahun-tahun sebelumnya lantaran Virus Corona.

Editor: Refly Permana
handout
Kelulusan siswa siswi SMP PP Sembawa yang dilakukan secara teleconference. 

SRIPOKU.COM - Kelulusan Tahun Ajaran 2019/2020 ditentukan dengan kriteria yang lain dari tahun-tahun sebelumnya.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Virus Corona, Ujian Nasional (UN) dibatalkan dan tidak menjadi syarat kelulusan.

Kriteria kelulusan pada tahun ajaran ini, antara lain, adalah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memiliki nilai rapor semester 1 hingga 6, memperoleh nilai sikap ata perilaku minimal baik, serta lulus Ujian Satuan Pendidikan (USP) dengan nilai rata-rata USP paling rendah 75 serta nilai USP setiap mapel paling rendah 75.

Ketentuan kelulusan tersebut telah diputuskan melalui Rapat Dewan Guru SMK-PPN Sembawa pada tanggal 30 April 2020 lalu.

Rapat kelulusan dilaksanakan dengan mengacu pada protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 melalui zoom meeting dengan Kepala Sekolah sebagai pembawa acaranya.

"Rapat berjalan lancar dan tanpa kendala. Seluruh peserta didik kelas XII Insyaallah dapat memenuhi seluruh kriteria yang telah ditentukan," ujar Ir. Mattobi'i M.P, Kepala SMK-PPN Sembawa, seusai rapat dewan guru.

"Para lulusan dilarang keras menyelenggarakan perayaan kelulusan.

Cukup besyukur, berdoa, atau berterima kasih kepada orangtua serta keluarga di rumah saja," lanjutnya.

Hasil rapat dewan guru memutuskan 208 peserta didik SMK PP Negeri Sembawa kelas XII Tahun 2019/2020 lulus 100 persen sesuai dengan kreteria kelulusan, dan diumumkan pada website sekolah www.smkppnsembawa.sch.id pada tanggal 2 Mei 2020.

Mattobi’i mengharapkan 208 lulusan ini dengan kompetensi yang dicapai dapat menjadi generasi muda pertanian, baik berwirausaha, bekerja dibidang pertanian, atau melanjutkan ke pendidikan pertanian yang lebih tinggi.

Hal ini sebagai bentuk regenerasi pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan pertanian harus didukung generasi muda, mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta generasi muda pertanian untuk memanfaatkan paradigma baru dunia digital dalam mengembangkan pertanian.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved