Breaking News:

Longsor di Kecamatan Semende Darat Ulu Muaraenim, 10 Hektar Sawah dan Satu Ekor Sapi Hanyut

Sedikitnya 10 hektar sawah dan satu ekor sapi serta empat jembatan kecil dan enam tanggul air rusak parah diterjang longsor.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
handout
Sedikitnya 10 hektar sawah dan satu ekor Sapi serta empat jembatan kecil dan enam tanggul air rusak parah diterjang longsor. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian dipastikan ratusan juta di Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim, Jumat (1/4). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sedikitnya 10 hektar sawah dan satu ekor sapi serta empat jembatan kecil dan enam tanggul air rusak parah diterjang longsor.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian dipastikan ratusan juta di Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim, Jumat (1/5/2020).

Menurut Kepala Desa Siring Agung Nur Kumulah, kejadian longsor tersebut berawal hujan deras yang melanda desanya seharian.

Sekitar pukul 21.00, warganya mendengar suara gemuruh karena malam hari dan hujan warga hanya menunggu di rumah.

Detik-detik Jelang AKBP Deny Lepas Jabatan Kapolres OKU Selatan, Saya Bersyukur Pernah Tugas di Sini

Keesokan harinya, warga melihat ternyata suara gemuruh tersebut adalah longsor yang terbawa oleh air yang telah merusak sawah, jembatan, tanggul air.

Kemudian, lanjut Nur Kumulah, pihaknya melakukan pendataan kerusakan yakni 20 bidang sawah atau 10 hektar hanyut, empat buah jembatan akses ke persawahan putus dan rusak parah, enam buah tanggul air rusak parah, dan satu ekor sapi hanyut.

Akibat musibah tersebut dipastikan hasil pertanian terutama padi sawah akan turun dan akses ke persawahan dan kekebun akan sulit karena empat jembatannya putus dan rusak parah.

Update Covid-19 di Sumsel, Kasus Positif dan Pasien Sembuh Masing-masing Bertambah Enam

Belum lagi enam tanggul air yang mengairi persawahan rusak parah.

"Kami sudah laporkan kerusakan tersebut ke Pemkab Muaraenim dan instansi terkait dengan harapan bisa cepat ditindaklanjuti," tukasnya.

Masih dikatakan Nur Kumulah, saat ini, tindakan yang harus cepat ditanggulangi adalah bantuan bibit padi milik warganya yang hanyut supaya bisa ditanam kembali.

Kemudian perbaikan tanggul air dan akses jembatan ke sawah dan kebun.

"Kemarin, padi tahunan yang hanyut tersebut sudah berumur sekitar tiga bulan, sekitar tiga bulan lagi panen," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved